Liputan Khusus
LIPUTAN KHUSUS: Kuliah di Universitas Terbuka Hanya Rp 700 Ribu PerSemester
Universitas Terbuka (UT) hadir menawarkan solusi di tengah biaya pendidikan perkuliahan mahal. Perguruan Tinggi Negeri (PTN) ini berakreditasi A.
TRIBUNJATENG.COM, SEMARANG - Universitas Terbuka (UT) hadir menawarkan solusi di tengah biaya pendidikan perkuliahan mahal. Perguruan Tinggi Negeri (PTN) ini berakreditasi A.
Universitas Terbuka memang sengaja berkonsep kuliah murah. Hal itu sebagai upaya pemerataan pendidikan tinggi hingga ke pelosok negeri.
UT merupakan Perguruan Tinggi Negeri Berbadan Hukum (PTNBH). UT satu-satunya kampus yang meraih Rekor MURI sebagai perguruan tinggi dengan alumni terbanyak yang lulus seleksi CPNS.
Seiring dengan perkembangan teknologi informasi dan komunikasi (TIK), mahasiswa dapat mengikuti perkuliahan yang berkualitas tanpa harus kos, bisa sambil kerja/berwirausaha.
Baca juga: LIPUTAN KHUSUS: Biaya Kuliah di PTS Lebih Murah Dibanding PTN Jalur Mandiri
Baca juga: LIPUTAN KHUSUS: Biaya Uang Gedung Masuk Fakultas Kedokteran Kisaran Rp 400 Juta
"UT misinya adalah memperluas akses pendidikan tinggi seluas-luasnya bagi masyarakat di seluruh nusantara. Maka tidak boleh mahal. Misinya untuk pemerataan pendidikan tinggi hingga ke pelosok negeri," kata Drs. Moh. Muzammil, MM selaku Direktur UT Semarang, Rabu (10/7/2024).
Terbanyak Masuk PNS
Muzammil menjelaskan, kampusnya bisa menerapkan kuliah murah karena unit cost nya lebih rendah jika dibanding perguruan tinggi lain. Jumlah mahasiswa yang banyak ditambah tidak memerlukan gedung untuk perkuliahan, sehingga biaya operasional juga bisa ditekan dan biaya kuliah bisa sangat murah.
Ia memberi contoh, untuk mendapatkan prodi akreditasi A seperti Manajemen, Hukum, atau Akuntansi mahasiswa hanya mengeluarkan biaya Rp 35 ribu per sks. Artinya jika mahasiswa mengambil 20 sks mereka hanya bayar Rp 700 ribu per semester, atau cuma Rp 4.000 per hari.
"Jauh lebih murah dibanding dengan uang jajan anak kecil Rp 10 ribu perhari, mana ada perguruan tinggi negeri (berbiaya murah dibanding UT), mestinya setiap orang bisa kuliah," imbuhnya.
Mahasiswa Terbanyak
Calon mahasiswa UT juga tidak perlu mengeluarkan biaya untuk uang gedung maupun biaya masuk lain. Saat ini jumlah mahasiswa UT mencapai 560 ribu secara nasional, sedangkan jumlah mahasiswa di UT Semarang mencapai 23.500 orang. Mereka berasal dari berbagai daerah hingga luar negeri.
Untuk menjangkau masyarakat yang berada di berbagai pelosok negeri, sebagai pionir Pendidikan Jarak Jauh (PJJ), UT sejak lama memanfaatkan TIK secara intensif dan eksesif dalam proses bisnisnya. Di UT dapat mengikuti perkuliahan kapan pun, di mana pun dengan menggunakan beragam media yang dirancang khusus untuk mempermudah mengikuti perkuliahan.
"Sistem pembelajaran terbuka dan jarak jauh, tanpa dibatasi usia, tanpa dibatasi tahun ijazah , perkuliahan sangat fleksibel bisa diakses 24 jam, sekarang ini tutorial berbasis web, seperti mengikuti tutorial online asal ada akses internet, ada juga tatap muka terjadwal tapi bisa diikuti dari rumah, tidak perlu kos," imbuhnya.
Saat ini ada 40 program studi yang ditawarkan UT, beberapa diantaranya terakreditasi A. UT merupakan perguruan tinggi negeri ke 45 yang berdiri sejak 1984 bersertifikasi internasional.
Pihaknya mengaku sangat menjaga kualitas bahan ajar, banyak alumni ut lolos cpns atau p3k di berbagai daerah. Tanpa tes masuk, tanpa dibatasi usia, juga tanpa dibatasi tahun ijazah dan lama studi (tidak ada DO).
| 439 Desa Wisata di Jawa Tengah Tidak Berkembang, Ini Penyebabnya |
|
|---|
| Kenapa Kanker Serviks Membahayakan? Ahli Kanker Sarankan Wanita Telah Menikah Rutin Skrining Berkala |
|
|---|
| Liputan Khusus: Kanker Serviks Bisa Dicegah dengan Vaksin HPV |
|
|---|
| Ada 1.508 Kasus Kanker Serviks Tahun 2024 di Jateng, Ini Upaya Pencegahan Oleh Pemprov |
|
|---|
| LIPUTAN KHUSUS : Kanker Serviks Ancam Kaum Hawa, Ada 1.508 Kasus Kanker Serviks Tahun 2024 di Jateng |
|
|---|
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/jateng/foto/bank/originals/Direktur-UT-Semarang-Drs-Moh-MuzammilMM.jpg)