Berita Internasional
80 Orang di Jepang Meninggal Setelah Konsumsi Suplemen Penurun Kolesterol
Di Jepang, sebanyak 80 orang meninggal dunia setelah mengonsumsi suplemen penurun kolesterol produksi Kobayashi Pharmaceutical.
Penyelidikan kemudian diperluas terhadap penggunaan bahan ragi merah atau "Beni-Koji" yang terkandung dalam suplemen buatan Kobayashi Pharmaceutical.
Beni-koji adalah sejenis jamur merah yang diketahui dapat mengurangi kadar kolesterol jahat. Bahan ini juga telah digunakan dalam makanan, minuman beralkohol, serta obat tradisional selama berabad-abad di Asia Timur.
Namun, Beni-Koji disebut memiliki kandungan citrinin yang diyakini bisa memicu penyakit ginjal.
Di sisi lain, Kobayashi Pharmaceutical juga telah melakukan penelitian terhadap suplemen buatannya, tetapi tidak menemukan adanya citricinin.
Mereka justru menemukan bahan yang diduga merupakan asam puberulic. Senyawa tersebut diproduksi oleh penicillium jamur biru dalam bahan Beni-Koji dan berpotensi beracun.
Sebanyak 80 orang meninggal
Diberitakan New York Times (28/6/2024), perusahaan secara tiba-tiba mengungkapkan, mereka tengah menyelidiki 80 kematian akibat suplemen yang mengandung Beni-Koji.
Menanggapi lonjakan kematian tersebut, Menteri Kesehatan Jepang Keizo Takemi menyesalkan lambannya kinerja Khobhayasi Pharmaceutical.
Sebab, perusahaan yang berbasis di Osaka tersebut tidak memberikan informasi baru mengenai kematian terkait suplemen sejak bulan Maret kepada kementerian.
Oleh karena itu, Takaemi mengatakan, pemerintah akan mulai turun tangan dan aktif berperan dalam melakukan investigasi.
"Kami tidak bisa membiarkan Kobyashi Pharmaceutical sendirian untuk menanganinya," ujarnya.
Kobayashi Pharmaceutical didirikan pada tahun 1919. Perusahaan ini memproduksi berbagai suplemen dan produk kesehatan, seperti penghangat tangan dan pengharum ruangan yang dipasarkan di Asia hingga Amerika Serikat.
Mereka juga telah mengantongi izin peredaran suplemen yang mengandung Beni-Koji pada 2015, di bawah mantan perdana menteri Shinzo Abe.
Namun, sejumlah pengawas di Jepang mengungkapkan, regulasi produk suplemen tersebut tidak cukup ketat. (*)
Artikel ini telah tayang di Kompas.com dengan judul "80 Orang Meninggal Usai Konsumsi Suplemen Penurun Kolesterol di Jepang"
| Kapal Tanker Arab Diserang Bajak Laut Somalia, Kapten dan ABK Indonesia Disandera Diancam Dieksekusi |
|
|---|
| Mengenal Anak Indigo: Sejarah dan Asal-usul yang Sudah Ada Sejak Tahun 1970-an |
|
|---|
| Iran Umumkan Selat Hormuz Terbuka untuk Kapal Komersial, Ini Reaksi Trump, Harga Minyak Turun |
|
|---|
| Ribuan Lebah Serbu Kota-kota di Israel, Apa yang Terjadi? Ini Analisa Pakar |
|
|---|
| Trump Klaim "Kemenangan", Sinyal Militer AS Bakal Cabut dari Iran? |
|
|---|
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/jateng/foto/bank/originals/ilustrasi-meninggal-dunia_20180726_143341.jpg)