Rabu, 29 April 2026
Wonosobo Hebat
Selamat Datang di Superhub Pemkab Wonosobo

Berita Internasional

Polisi Malaysia Gerebek 20 Panti Asuhan, Selamatkan 402 Anak dari Pelecehan Seksual

Sebanyak 402 anak diselamatkan dari pelecehan seksual di 20 panti asuhan di Malaysia.

Shutterstock
Ilustrasi 

TRIBUNJATENG.COM, KUALA LUMPUR - Sebanyak 402 anak diselamatkan dari pelecehan seksual di 18 panti asuhan di negara bagian Selangor serta dua panti asuhan di negara bagian Negeri Sembilan.

Polisi Malaysia melakukan penggerebekan pada Rabu (11/9/2024).

Pihak berwenang juga telah menangkap 171 tersangka setelah menggerebek 20 panti asuhan yang terkait dengan kelompok bisnis Islam.

Baca juga: Anak Minta Berhenti Sekolah Setelah Raup Rp21 Juta dalam 10 Hari, Ibu yang Ajari Jualan Jadi Bingung

Diketahui, panti asuhan itu menjadi tempat anak-anak dieksploitasi dan dilecehkan secara seksual.

Inspektur Jenderal Polisi Razarudin Husain mengatakan penggerebekan itu dilakukan setelah penyelidikan atas tuduhan penelantaran anak, ajaran menyimpang, dan kekerasan seksual di panti asuhan, yang dijalankan oleh Global Ikhwan Services and Business Holdings.

Ada 201 anak laki-laki dan 201 anak perempuan, berusia antara 1 hingga 17 tahun, diselamatkan dari 18 panti asuhan.

Sedangkan ke-171 tersangka yakni 66 pria dan 105 perempuan termasuk guru agama dan pengasuh.

Anak-anak tidak hanya dilecehkan secara seksual oleh pengasuhnya, tetapi juga dipaksa melakukan hal yang sama terhadap satu sama lain di fasilitas tersebut, kata Razarudin dalam konferensi pers yang disiarkan televisi, dikutip dari ABC News.

"Mereka yang sakit tidak diizinkan mencari perawatan medis hingga kondisinya menjadi kritis," jelasnya.

Beberapa anak kecil juga dibakar dengan sendok panas ketika mereka melakukan kesalahan, dan pengasuh telah menyentuh tubuh anak-anak seolah-olah untuk melakukan pemeriksaan medis.

Polisi percaya bahwa Global Ikhwan mengeksploitasi anak-anak dan menggunakan sentimen keagamaan untuk mengumpulkan sumbangan.

Dari penyelidikan menunjukkan bahwa anak-anak di panti asuhan itu adalah anggota kelompok Global Ikhwan, yang ditempatkan oleh orang tua mereka di rumah tersebut sejak mereka masih bayi.

Anak-anak tersebut akan menjalani pemeriksaan medis di tengah penyelidikan yang sedang berlangsung.

Menurut situs webnya, Global Ikhwan didirikan oleh Ashaari Mohamad, yang memimpin sekte Islam Al Arqam yang dianggap sesat dan dilarang oleh pemerintah pada 1994.

Dikatakan bahwa kelompok tersebut telah mengalami serangkaian perubahan nama sejak Ashaari meninggal pada 2010.

Sumber: Kompas.com
Halaman 1/2
Ikuti kami di

Komentar

Berita Terkini

Berita Populer

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved