Breaking News
Kamis, 30 April 2026
Wonosobo Hebat
Selamat Datang di Superhub Pemkab Wonosobo

Berita Internasional

Kata Ukraina dan Rusia soal Upaya Pembunuhan Donald Trump di Lapangan Golf

Ukraina dan Rusia sama-sama memberikan tanggapan terkait upaya pembunuhan Trump.

Tayang:
AFP/Jim WATSON
Donald Trump 

TRIBUNJATENG.COM, KYIV - Donald Trump kembali menjadi target penembakan.

Kali ini, di sebuah lapangan golf di Negara Bagian Florida, AS, pada Minggu (15/9/2024).

Ukraina dan Rusia sama-sama memberikan tanggapan terkait upaya pembunuhan Trump.

Baca juga: Donald Trump Kembali Jadi Target Penembakan

Presiden Ukraina Volodymyr Zelensky pada Senin (16/9/2024) mengaku lega, tersangka yang disebut-sebut pernah melakukan perjalanan ke Ukraina untuk mendukung upaya perang, telah ditangkap.

“Bagus bahwa tersangka percobaan pembunuhan itu ditangkap dengan cepat. Ini adalah prinsip kami: supremasi hukum adalah yang terpenting dan kekerasan politik tidak memiliki tempat di mana pun di dunia ini,” ungkap Zelensky, sebagaimana dikutip dari Kantor berita AFP.

Beberapa media AS sebelumnya melaporkan, Ryan Wesley Routh (58) adalah tersangka dalam upaya penembakan terhadap Trump kali ini.

Ketika berada di semak-semak, Routh diidentifikasi telah mengarahkan senapannya ke arah mantan Presiden AS tersebut.

Di lokasi kejadian, ditemukan beberapa barang milik tersangka, termasuk senapan AK-47, teropong, dua tas ransel, dan kamera video GoPro yang akan digunakan merekam aksi penembakan.

Routh sebelumnya telah menyatakan dukungannya terhadap perjuangan Ukraina melawan invasi Rusia

Kantor berita AFP sendiri sempat mewawancarai Routh di Kyiv pada akhir April 2022, ketika ia mengambil bagian dalam demonstrasi untuk mendukung warga Ukraina yang terjebak di kota pelabuhan Mariupol.

Namun, para pejabat Ukraina telah menjauhkan diri dari Routh. 

“Dia tidak bertugas di sini dan tidak memiliki hubungan dengan struktur negara, itu sudah pasti. Dia masuk ke Ukraina bukan sebagai siapa-siapa, hanya seorang pendukung, ada banyak orang seperti ini,” kata seorang pejabat tinggi Ukraina yang berbicara tanpa menyebut nama kepada AFP

Legiun Internasional Ukraina yang terdiri dari para sukarelawan asing juga membantah keterkaitan apa pun.

Mereka mengatakan, tersangka tak pernah bertugas bersama mereka dan tidak memiliki hubungan dengan unit tersebut.

Amerika Serikat di bawah pemerintahan Joe Biden diketahui telah menjadi pendukung setia Ukraina sejak Rusia menginvasi pada Februari 2022.

Sumber: Kompas.com
Halaman 1/2
Ikuti kami di

Komentar

Berita Terkini

Berita Populer

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved