Rabu, 8 April 2026
Wonosobo Hebat
Selamat Datang di Superhub Pemkab Wonosobo

Berita Internasional

Siapa Sangka, Albert Einstein Ternyata Pernah Ditawari Jadi Presiden Israel

Namun siapa sangka, fisikawan terkenal ini ternyata pernah ditawari menjadi presiden Israel.

|
Youtube
Albert Einstein 

TRIBUNJATENG.COM - Siapa tak kenal Albert Einstein?

Dia adalah salah satu pemikir terbesar abad terakhir, yang menciptakan persamaan terkenal di dunia e=mc2 yang menjelaskan energi yang dilepaskan dalam bom atom. 

Einstein juga dikenal dengan penemuannya tentang efek fotolistrik, yang membuatnya memenangkan Hadiah Nobel Fisika pada tahun 1921.

Baca juga: Hadapi 35 Tuduhan, Mantan Menteri Transportasi Singapura Mengaku Bersalah dalam Kasus Korupsi

Namun siapa sangka, fisikawan terkenal ini ternyata pernah ditawari menjadi presiden Israel.

Menurut Newsweek, pada tahun 1952, presiden pertama Israel, Chaim Weizmann, menggambarkan Einstein sebagai “orang Yahudi terhebat yang pernah ada”. 

Ketika Weizmann meninggal beberapa bulan kemudian, Kedutaan Besar Israel menawarkan jabatan presiden kepada Einstein.

Tawaran ini, yang diselimuti kontroversi dan intrik, menyoroti sebuah babak yang menarik dalam kehidupan Einstein dan sejarah Israel.

Tawaran kepada Einstein datang pada saat yang kritis dalam sejarah Israel

Rakyat negara yang baru saja terbentuk ini mengagumi Einstein dan duta besar Israel untuk AS, Abba Eban, mendesaknya untuk mempertimbangkan tawaran tersebut. 

Perdana Menteri David Ben-Gurion juga terkesan dengan kecerdasan dan moralitas Einstein, dan karena itulah undangan tersebut diberikan kepadanya.

Namun, terlepas dari kehormatan yang diberikan kepadanya, Einstein dengan hormat menolak tawaran tersebut.

Dalam sebuah surat yang ditujukan kepada Ben-Gurion, dia mengucapkan terima kasih namun menyebutkan bahwa dia tidak memiliki pengalaman politik dan kualifikasi untuk peran tersebut. 

Einstein, yang dikenal karena kerendahan hati dan dedikasinya pada kegiatan ilmiah, merasa bahwa keahliannya ada di tempat lain.

“Saya tidak memiliki bakat alami dan pengalaman untuk berurusan dengan orang lain,” tulisnya, menurut Encyclopaedia Britannica.

Tawaran dan penolakan yang terjadi kemudian memicu perdebatan dan spekulasi di antara para sejarawan dan analis politik. 

Sumber: Kompas.com
Halaman 1/2
Ikuti kami di

Komentar

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved