Jumat, 10 April 2026
Wonosobo Hebat
Selamat Datang di Superhub Pemkab Wonosobo

Israel vs Hizbullah

Israel Perintahkan Warga di Lebanon Selatan Mengungsi

Militer Israel, pada Selasa (1/10), memerintahkan warga di lebih dari 20 wilayah di Lebanon selatan untuk mengungsi.

AFP
Asap mengepul dari lokasi serangan udara Israel di desa Majdel Zoun di Lebanon selatan, pada 15 April 2024, di tengah ketegangan lintas batas yang sedang berlangsung saat pertempuran terus berlanjut antara Israel dan militan Hamas Palestina di Jalur Gaza. 

TRIBUNJATENG.COM -- Militer Israel, pada Selasa (1/10), memerintahkan warga di lebih dari 20 wilayah di Lebanon selatan untuk mengungsi.

Peringatan itu muncul beberapa jam setelah Israel mulai melancarkan operasi darat di Lebanon.

“IDF (militer Israel) tidak ingin menyakiti Anda, dan demi keselamatan Anda sendiri, Anda harus segera mengungsi dari rumah Anda.

Siapa pun yang berada di dekat anggota, instalasi, dan peralatan tempur Hizbullah menempatkan dirinya dalam bahaya,” kata Juru Bicara Militer Israel, Avichay Adraee di X.

Sementara itu, Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB) pada Selasa memperingatkan Israel agar tidak melakukan “invasi darat berskala besar” ke Lebanon.

“Dengan kekerasan bersenjata antara Israel dan Hizbullah yang semakin memanas, konsekuensi bagi warga sipil sudah sangat buruk,” kata Juru Bicara Kantor HAM PBB, Liz Throssell, kepada para wartawan di Jenewa.

“Kami khawatir invasi darat berskala besar oleh Israel ke Lebanon hanya akan mengakibatkan penderitaan yang lebih besar,” tambahnya.

Komentar Throssell muncul ketika pasukan Israel terjebak dalam pertempuran sengit di dalam Lebanon usai melancarkan serangan darat pada Selasa pagi, setelah satu minggu serangan udara yang mematikan.

"Sebelum serangan darat, serangan Israel yang meningkat di Lebanon dilaporkan telah menewaskan lebih dari 1.000 orang hanya dalam waktu dua minggu," kata Throssell.

Kekerasan tersebut juga telah memaksa hingga 1 juta orang meninggalkan rumah mereka, menurut para pejabat Lebanon.

Sementara itu, Turkiye pada Selasa mengutuk serangan darat Israel di Lebanon sebagai “upaya invasi yang melanggar hukum” dan menyerukan penarikan pasukannya.

“Serangan ini harus diakhiri sesegera mungkin dan tentara Israel harus menarik diri dari wilayah Lebanon,” kata Kementerian Luar Negeri Turkiye dalam sebuah pernyataan.

Serangan darat tersebut terjadi ketika Israel menargetkan Beirut selatan, Damaskus, dan Gaza, meskipun ada seruan internasional untuk menahan diri untuk menghindari konflik regional.

“Pelanggaran Israel terhadap kedaulatan dan integritas teritorial negara ini dengan melancarkan serangan darat ke Lebanon merupakan sebuah upaya invasi yang melanggar hukum,” kata Kemenlu Turkiye. (kps/Tribunnews/afp)

Baca juga: Tragis Bus Sekolah Terbakar, 44 Siswa dan Guru Menjadi Korban

Baca juga: Kemenag Buka Suara soal Produk Bir, Wine, dan Tuak Dapat Sertifikat Halal

Baca juga: Amerika Serikat Bantu Israel Serang Lebanon tapi Larang Iran Bantu Hizbulloh

Baca juga: Cara Klaim Kode Redeem FF Hari Ini Rabu 2 Oktober 2024: UPDATE! Terbaru yang Masih Aktif

Sumber: Tribun Jateng
Ikuti kami di

Komentar

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved