Berita Internasional
Demi Efisiensi, Presiden Maladewa Pecat 7 Menteri dan 43 Wakil Menteri
Presiden Maladewa Mohamed Muizzu telah memecat lebih dari 225 pejabat politik, termasuk para menteri, demi efisiensi.
TRIBUNJATENG.COM, MALE - Maladewa sedang menghadapi masalah keuangan.
Presiden Maladewa Mohamed Muizzu telah memecat lebih dari 225 pejabat politik, termasuk para menteri, demi efisiensi.
Mohamed Muizzu memerintahkan pemecatan orang-orang yang ia tunjuk setelah berkuasa tahun lalu ketika negara kecilnya sedang berjuang untuk menghindari krisis utang.
Baca juga: Operasi Tumor Paru-Paru dari Jarak 5.000 Km Sukses Dilakukan Dokter di China
Kantor Kepresidenan Maladewa pada Selasa (15/10/2024) mengumumkan, Presiden Muizzu terpaksa melakukan pengurangan pejabat politik dalam upaya untuk menekan pengeluaran negara.
“Pengurangan yang signifikan dalam pengangkatan politik ini sejalan dengan upaya-upaya presiden yang lebih luas untuk merampingkan operasi-operasi pemerintah dan memastikan penggunaan dana-dana publik yang lebih efisien,” kara Kantor Kepresidenan Maladewa dalam sebuah pernyataan, dikutip dari AFP.
Di antara mereka yang dipecat adalah tujuh menteri negara, 43 wakil menteri, dan 178 direktur politik.
Belum segera jelas fungsi apa yang mereka jalankan di negara kecil berpenduduk sekitar 500 juta jiwa ini.
Pernyataan tersebut tidak menyebutkan berapa banyak lagi pejabat politik yang masih ada di pemerintahan.
Namun, dikatakan pengurangan pejabat politik secara besar-besaran akan menghemat sekitar 370.000 dollar AS (sekitar Rp 5,7 miliar) per bulan.
Sebelumnya, Pemerintah Maladewa mengatakan pada September lalu, bahwa masalah keuangannya bersifat “sementara” dan mereka tidak memiliki rencana untuk meminta dana talangan dari Dana Moneter Internasional (IMF) meskipun ada peringatan akan kemungkinan gagal bayar utang.
Dikenal sebagai destinasi liburan mewah dengan pantai-pantai pasir putih yang bersih dan resor-resor terpencil, Maladewa juga telah menjadi pusat geopolitik.
China dan India adalah dua pemberi pinjaman bilateral terbesar untuk Maladewa, yang terdiri dari 1.192 pulau karang yang tersebar di khatulistiwa.
China telah menjanjikan lebih banyak dana sejak kemenangan Muizzu tahun lalu, yang berterima kasih kepada Beijing atas “bantuan tanpa pamrih” untuk dana pembangunan.
Muizzu disambut di New Delhi bulan ini oleh Perdana Menteri India Narendra Modi, yang memberikan bantuan keuangan untuk mendukung perekonomian Male yang sedang mengalami kesulitan.
Data resmi menunjukkan utang luar negeri Maladewa mencapai 3,37 miliar dollar AS pada kuartal pertama tahun ini, setara dengan sekitar 45 persen dari produk domestik bruto.
China diketahui menyumbang sekitar 20 persen dari utang luar negeri, sementara India memiliki kurang dari 18 persen. (*)
Artikel ini telah tayang di Kompas.com dengan judul "Presiden Maladewa Pecat 7 Menteri dan 43 Wakil Menteri demi Efisiensi"
Baca juga: Industri Kosmetik Berkembang Pesat di China Tahun 618, Arkeolog Temukan Buktinya
| Trump Klaim "Kemenangan", Sinyal Militer AS Bakal Cabut dari Iran? |
|
|---|
| Spekulasi Pidato Netanyahu Punya "6 Jari": Benarkah PM Israel Gunakan AI untuk Tutupi Kematian? |
|
|---|
| USS Abraham Lincoln: Mengenal Lebih Dekat Pangkalan Udara Terapung Paling Mematikan Milik Amerika |
|
|---|
| Amerika Bantu Israel Serang Iran, Ini Kata Presiden Donald Trump |
|
|---|
| Pesawat Militer Jatuh Tewaskan 11 Orang, Warga Rebutan Muatan Uang yang Berhamburan |
|
|---|
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/jateng/foto/bank/originals/Presiden-Maladewa-Mohamed-Muizzu.jpg)