Jumat, 17 April 2026
Wonosobo Hebat
Selamat Datang di Superhub Pemkab Wonosobo

Berita Internasional

50 Orang Jadi Korban Infeksi Bakteri E Coli di Restoran Cepat Saji AS, 1 Tewas

Infeksi bakteri E. coli terjadi di salah satu restoran cepat saji terkenal Amerika Serikat (AS). Satu orang tewas.

Sutterstock via Kompas.com
Ilustrasi 

TRIBUNJATENG.COM, DENVER - Infeksi bakteri E. coli terjadi di salah satu restoran cepat saji terkenal Amerika Serikat (AS).

Satu orang tewas.

Sementara, 49 korban lainnya mengalami sakit.

Baca juga: PBB: Gaza Butuh 350 Tahun untuk Pulih Setelah Serangan Israel

Pusat Pengendalian Penyakit AS (CDC) pada Selasa (22/10/2024) mengumumkan, kasus ini terkait dengan menu hamburger di sepuluh negara bagian lokasi restoran tersebut.

AsiaOne melaporkan, dari 49 orang yang sakit tadi, sepuluh di antaranya dirawat di rumah sakit.

Strain yang terlibat kasus ini adalah E. coli O157:H7, yang dapat menyebabkan penyakit serius dan pernah menjadi sumber wabah pada 1993.

Kala itu, empat anak meninggal dunia setelah memakan hamburger yang kurang matang di restoran Jack in the Box.

Menurut keterangan CDC, sebagian besar korban kali ini juga memakan hamburger, tetapi belum diketahui dari bahan makanan apa bakteri tersebut berasal.

Adapun mayoritas kasus infeksi bakteri E. coli ini dilaporkan di Negara Bagian Colorado dan Nebraska.

"Temuan awal dari investigasi menunjukkan sebagian penyakit mungkin terkait irisan bawang bombay," kata kepala rantai pasokan restoran cepat saji tersebut di Amerika Utara, Cesar Pina, dikutip dari AsiaOne.

Restoran itu lalu memberitahu CDC, mereka langsung menyingkirkan irisan bawang bombay dan daging sapi yang digunakan dalam menu burgernya dari gerai-gerai terdampak.

Mereka juga menghapus sementara menu burger yang dimaksud, terutama di negara-negara bagian yang mencatatkan kasus, seperti Colorado, Kansas, Utah, dan Wyoming.

Pengacara keamanan pangan AS terkemuka Bill Marler, yang mewakili korban wabah Jack in the Box, menerangkan bahwa bawang bombay adalah sumber kontaminasi paling mungkin dan pernah dikaitkan dengan wabah E. coli O157:H7 sebelumnya.

Sementara itu, daging sapi lebih kecil kemungkinannya menjadi sumber kontaminasi karena jarang terjadi berkat aturan keamanan pangan.

"(Untuk menjadi sumber kontaminasi) harus banyak restoran yang memasak dagingnya kurang matang," imbuh Marler.

Gejala terinfeksi bakteri E. coli meliputi kram perut parah, diare, dan muntah-muntah. (*)

 

Artikel ini telah tayang di Kompas.com dengan judul "Bakteri E.coli di Restoran Cepat Saji AS Tewaskan 1 Orang, 49 Korban Sakit"

Baca juga: Kelompok Bersenjata Serang Pusat Industri Dirgantara Turki, Sejumlah Orang Tewas dan Terluka

Sumber: Kompas.com
Ikuti kami di

Komentar

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved