Senin, 13 April 2026
Wonosobo Hebat
Selamat Datang di Superhub Pemkab Wonosobo

Berita Jakarta

Kali Pertama, Angkatan Laut Indonesia-Rusia Latihan Militer Bersama

Untuk pertama kalinya, TNI Angkatan Laut (AL) dan AL Rusia latihan gabungan pada Senin (4/11/2024) di Surabaya dan Laut Jawa.

koarmada1.tnial.mil.id
Kapal Perang TNI AL, KRI John Lie-358 

TRIBUNJATENG.COM, SURABAYA -- Untuk pertama kalinya, TNI Angkatan Laut (AL) dan AL Rusia latihan gabungan pada Senin (4/11/2024) di Surabaya dan Laut Jawa.

Sebelumnya, Indonesia pernah terlibat latihan militer bersama di Blok ASEAN, yakni latihan gabungan dengan Rusia pada 2021.

Namun, latihan yang hanya melibatkan TNI AL dan AL Rusia belum pernah digelar.

Terkait hal itu, pada Juli lalu, Prabowo Subianto selaku Menteri Pertahanan (Menhan) RI yang juga sebagai Presiden Indonesia terpilih, mengadakan kunjungan ke Rusia.

Tujuannya untuk memperdalam hubungan dengan Rusia.

"Kami menganggap Rusia sebagai teman baik dan saya ingin terus menjaga dan meningkatkan hubungan ini," kata Prabowo kepada Putin, saat itu.

Meski demikian, Indonesia tetap mempertahankan kebijakan luar negeri yang netral, menolak untuk memihak dalam konflik Ukraina atau dalam persaingan kekuatan besar antara Amerika Serikat (AS) dan China.

Hanya saja, Presiden Indonesia yang baru dilantik, Prabowo Subianto, telah berjanji untuk bersikap lebih berani di panggung dunia.

Dikutip dari AFP, latihan lima hari itu akan berlangsung dalam dua tahap di pangkalan angkatan laut di Surabaya dan di Laut Jawa.

Rusia telah mengirim tiga kapal perang kelas korvet, satu kapal tanker sedang, satu helikopter militer, dan satu kapal tunda, kata TNI AL dalam sebuah pernyataan,

pekan lalu. Siaran lokal menunjukkan kapal-kapal Rusia berlabuh dan disambut oleh marching band Indonesia, pada Minggu, menjelang latihan.

Para analis mengatakan latihan gabungan tersebut menandakan bahwa Prabowo memulai perubahan kebijakan luar negeri yang signifikan, dengan berjanji untuk meningkatkan aliansi Indonesia dengan negara-negara besar.

Diketahui, Indonesia memiliki hubungan dagang senilai miliaran dolar dengan Rusia, tetapi impor senjata utama telah terhenti dalam beberapa tahun terakhirm setelah Rusia merebut Krimea, pada 2014, dan melancarkan serangan militer skala penuh terhadap Ukraina, pada 2022. (kps/Tribunnews)

Baca juga: Jokowi Respon Survei Litbang Kompas, 43,9 Persen Responden Timbang Paslon Pilkada Jateng Jagoannya

Baca juga: Duduk Perkara Ibu Ronald Tannur Jadi Tersangka Vonis Bebas Anaknya, Suap Hakim PN Surabaya Rp 3,5 M

Baca juga: Logo KPU Dicatut, Anis Komisioner Bawaslu Kabupaten Pekalongan: Mengarah ke Pidana Umum

Baca juga: BREAKING NEWS: 3 Terduga Teroris Ditangkap Densus 88 di Kudus, Demak dan Solo

Sumber: Tribun Jateng
Ikuti kami di

Komentar

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved