Selasa, 5 Mei 2026
Wonosobo Hebat
Selamat Datang di Superhub Pemkab Wonosobo

Berita Internasional

Raja dan Ratu Spanyol Dilempari Lumpur dan Telur saat Kunjungi Lokasi Banjir

Minggu (3/11/2024), Raja dan Ratu Spanyol dilempari lumpur, telur, dan benda-benda lainnya oleh warga.

Tayang:
Kompas.com/Istimewa
Seorang warga berbicara di telepon di samping mobil-mobil yang menumpuk setelah banjir mematikan di lingkungan Alfafar, selatan Valencia, Spanyol timur, pada 30 Oktober 2024. (AFP/MANAURE QUINTERO) 

TRIBUNJATENG.COM - Minggu (3/11/2024), Raja dan Ratu Spanyol dilempari lumpur, telur, dan benda-benda lainnya oleh warga.

Peristiwa itu terjadi ketika Raja Felipe VI dan Ratu Letizia berkunjung di kota Paiporta, Valencia, Spanyol, salah satu lokasi paling parah terkena banjir di negara tersebut.

Mereka menyusuri jalan dengan berjalan kaki.

Baca juga: Korban Tewas Banjir Bandang di Valencia Spanyol Bertambah Jadi 95 Orang

Pengunjuk rasa melempari keduanya dengan berbagai macam benda.

Raja Felipe VI dan Ratu Letizia juga dicemooh dan dicaci maki oleh warga yang marah.

Dikutip dari BBC, Senin (4/11/2024). para warga meneriaki keduanya sebagai "pembunuh" dan "malu".

Akibat insiden tersebut pengawal dan polisi yang berada di lokasi kewalahan menghadapi massa.

Mereka sekuat tenaga mempertahankan lingkaran perlindungan di sekeliling raja dan satu, sementara beberapa pengunjuk rasa terus melemparkan lumpur dan benda-benda lainnya.

Hal serupa juga terjadi pada Perdana Menteri Sanchez dan Kepala Pemerintahan daerah Valencia, Carlos Mazon yang turut serta dalam kunjungan itu bersama dengan Raja dan Ratu.

Rekaman yang diverifikasi BBC menunjukkan, mobil yang membawa Sanchez dilempari batu-batu olah massa saat membawa pergi dirinya ke tempat aman.

Lantas, mengapa Raja dan Ratu Spanyol dilempari lumpur, telur, dan benda-benda lainnya?

Bentuk kemarahan warga akibat banjir di Spanyol

Dikutip dari CNN, aksi massa melempari Raja Felipe VI dan Ratu Letizia serta Perdana Menteri Sanchez dan kepala pemerintahan daerah Valencia, Carlos Mazon didorong oleh rasa kesal akibat banyaknya korban tewas akibat banjir dahsyat yang menerjang negara itu.

Sebagian besar kemarahan tersebut tampaknya ditujukan kepada Mazon dan Sanchez lantaran tidak sigap berkoordinasi untuk mengatasi bencana tersebut.

Peringatan hanya datang melalui teks beberapa jam setelah peringatan banjir dari badan cuaca.

Sumber: Kompas.com
Halaman 1/3
Ikuti kami di

Komentar

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved