Pelajar Semarang Tewas Ditembak
Aksi Kamisan Semarang, Doa Bersama 40 Hari Kematian Gamma dan Desakan Keadilan
Aksi Kamisan Semarang melakukan doa bersama lintas agama atas peringatan 40 hari kematian Gamma, pelajar yang tewas ditembak polisi.
Penulis: iwan Arifianto | Editor: raka f pujangga
TRIBUNJATENG.COM,SEMARANG - Aksi Kamisan Semarang melakukan doa bersama lintas agama atas peringatan 40 hari kematian Gamma atau GRO (17) pelajar yang meninggal dunia ditembak Aipda Robig (38) anggota Satuan Reserse Narkoba (Sat resnarkoba) Polrestabes Semarang, di depan Mapolda Jawa Tengah, Kota Semarang, Kamis (2/1/2025).
Sebelum melakukan doa bersama, peserta aksi melakukan sejumlah orasi dan membentangkan sejumlah spanduk di antaranya Kombes Irwan Aipda Robig, Resolusi 2025 : Tuntaskan Kasus Gamma, The Power of Robig : Gaji Bintara Sewa 7 Pengacara dan lainnya.
Perwakilan keluarga Gamma juga turut menghadiri aksi yang diwakili oleh kerabat Gamma, Nursalam (45).
Baca juga: Reka Ulang K asus Aipda Robig Zainudin : Jarak Pistol Robig dengan Gamma 2,3 Meter
Dia mengatakan, sudah puas soal hukuman yang diterima Robig dalam sidang etik berupa pemecatan atau Pemberhentian dengan Tidak Hormat (PTDH).
Namun, keluarga belum puas atas kasus pidana yang menjerat Robig. Sebab soal kasus pidananya masih berjalan.
"Pidananya nanti seperti apa jalannya, putusannya, nanti baru kami bisa beritahu tentang puas dan tidaknya. Kami harap jeratan pasal 338 (pembunuhan) bisa maksimal," terangnya selepas memberikan orasi di Aksi Kamisan.
Dia juga menyayangkan rekontruksi kasus yang dilakukan polisi untuk kasus penembakan pada Senin (30/12/2024) lalu.
Menurutnya, rekontruksi itu berat sebelah atau tidak adil bagi korban Gamma maupun saksi lainnya.
Saksi melakukan rekontruksi begitu lengkap dari proses awal bertemu hingga penembakan.
Sebaliknya, tersangka Aipda Robig tidak mendapatkan hal serupa.
"Rekontruksi tidak fair karena tidak ada rekonstruksi untuk saudara Robig dari awal ketika dia menembak dia ke mana, terus dari mana, dan korban itu ketika di rumah sakit dia di antara siapa, urutan jelasnya tidak ada," terangnya.
Lepas dari itu, dia mengungkapkan rekontruksi dapat menunjukkan bahwa Gamma tidak memegang senjata apapun dari awal kejadian hingga penembakan.
"Sedangkan statemen dari Polisi terutama Kapolrestabes Semarang ada statemen yang mengatakan bahwa dia turun sambil mengayun-ayunkan senjata. Nah itu kan tidak ada di rekonstruksi maupun di CCTV, " ujarnya.
Koordinator Aksi Kamisan Semarang, Natael Bremana mengatakan, aksi kelima kalinya di depan Mapolda Jateng ini bagian dari peringatan harian mengenang Gama.
Acaranya mulai dari orasi , doa lintas agama perwakilan dari Hindu, Budha, Kristen Katolik, dan Islam.
| Kapolda Jateng Belum Tandatangani Pemecatan Robig Polisi Penembak Pelajar Semarang: Sengaja Lindungi |
|
|---|
| Kuasa Hukum Gamma Pertanyakan Kapolda Jateng Tak Kunjung Tanda Tangani Surat Pemecatan Robig |
|
|---|
| Banding Ditolak, Robig Polisi Pembunuh Pelajar Semarang Akan Ajukan Kasasi ke Mahkamah Agung |
|
|---|
| Terungkap Eks Kapolrestabes Semarang Kombes Irwan Anwar Pernah Berusaha Suap Keluarga Gamma |
|
|---|
| Terus Melawan, Robig Pembunuh Pelajar Semarang Tak Terima Divonis 15 Tahun Penjara, Ajukan Banding |
|
|---|