Senin, 4 Mei 2026
Wonosobo Hebat
Selamat Datang di Superhub Pemkab Wonosobo

Pelajar Semarang Tewas Ditembak

Aksi Kamisan Semarang, Doa Bersama 40 Hari Kematian Gamma dan Desakan Keadilan

Aksi Kamisan Semarang melakukan doa bersama lintas agama atas peringatan 40 hari kematian Gamma, pelajar yang tewas ditembak polisi.

Tayang: | Diperbarui:
Penulis: iwan Arifianto | Editor: raka f pujangga

"Kami mendoakan Gamma supaya bisa tenang di sana," paparnya.

Selain itu, aksi kali ini ingin menunjukkan keprihatinan kepada bobroknya institusi Polri.

Pihaknya juga semakin prihatin atas pernyataan Polda Jawa Tengah yang menyatakan Kapolrestabes Semarang dimutasi bukan karena kasus Gamma melainkan hanya bentuk penyegaran organisasi.

"Kami cukup sedih mendengar dari Kabid Humas Polda Jateng (Kombes Artanto) menyampaikan dia dimutasi bukan karena kasusnya Gamma. maka tuntutan kami tetap sama, evaluasi Kabid Humas dan pecat eks-kapolrestabes Semarang," tuturnya.

Soal Robig, kata Natael ,  Robig masih cukup berani membohongi publik dengan mengatakan bahwa korban mengayunkan senjata tajam ke arahnya saat dalam proses rekontruksi.

Padahal fakta itu tidak terjadi baik dari keterangan saksi maupun bukti CCTV.

Baca juga: Aipda Robig Belum Ajukan Banding Soal Pemecatannya, Polda Tunggu Sampai 11 Januari

"Kami mengecam itu dan menuntut kepada pengadilan nantinya untuk berani membuka fakta sebenarnya," jelasnya..

Dalam kasus ini, dia mengingatkan Polda Jawa Tengah agar tidak main-main. Sebab, gerak-gerik mereka diawasin oleh publik. Natael menyebut, tokoh publik Panji Pragiwaksono juga meng share  gambar tiga polisi memegang senjata di X (Twitter) sebagai bentuk menuntut keadilan bagi kasus Gamma.

"Jangan bermain-main dengan kasus-kasus kemanusiaan yang disuarakan oleh teman-teman aksi kamisan atau masyarakat sipil Jawa Tengah," ungkapnya. (Iwn)

 

Sumber: Tribun Jateng
Halaman 2/2
Ikuti kami di

Komentar

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved