Rabu, 8 April 2026
Wonosobo Hebat
Selamat Datang di Superhub Pemkab Wonosobo

Pelajar Semarang Tewas Ditembak

Terungkap Eks Kapolrestabes Semarang Kombes Irwan Anwar Pernah Berusaha Suap Keluarga Gamma

Kasus dugaan extrajudicial killing atau pembunuhan di luar proses hukum kembali menyeret sejumlah anggota kepolisian di Jawa Tengah.

Penulis: Lyz | Editor: muh radlis
TRIBUNJATENG/Iwan Arifianto
AKSI PENOLAKAN - Seorang demonstran saat Aksi Kamisan menempelkan kertas yang memprotes kasus kematian Gamma pada dinding Mapolda Jateng, Kota Semarang, Kamis (6/3/2025). 

TRIBUNJATENG.COM, SEMARANG - Kasus dugaan extrajudicial killing atau pembunuhan di luar proses hukum kembali menyeret sejumlah anggota kepolisian di Jawa Tengah.

Alih-alih menunjukkan sikap bertanggung jawab, para terduga pelaku justru disebut berusaha menghindari jeratan hukum dengan tindakan intimidasi hingga upaya suap.

Dua kasus menonjol yang mendapat sorotan publik melibatkan korban Gamma Rizkynata Oktavandi dan Darso, keduanya warga sipil yang kehilangan nyawa akibat tindakan aparat.

Kasus pertama menjerat Aipda Robig Zaenudin, yang saat itu bertugas di wilayah Ngaliyan, Kota Semarang.

Pada 24 November 2024, Robig menembak tiga pelajar SMKN 4 Semarang yang dituduh hendak melakukan tawuran dan menyerangnya.

Satu di antaranya, Gamma Rizkynata Oktavandi, tewas setelah peluru bersarang di bagian panggulnya.

Sementara kasus kedua melibatkan AKP Hariyadi, mantan Kepala Unit Penegakan Hukum (Kanit Gakkum) Satlantas Polresta Yogyakarta.

Ia diduga menganiaya Darso, warga Dukuh Gilisari, Kelurahan Purwosari, Kecamatan Mijen, Kota Semarang, hingga meninggal dunia. Peristiwa itu terjadi di wilayah Mijen pada 21 September 2024.

Penganiayaan tersebut diduga dipicu kemarahan Hariyadi karena menganggap Darso tidak bertanggung jawab atas sebuah kasus kecelakaan di Yogyakarta.

Kedua perkara ini kini telah menyeret Robig dan Hariyadi ke meja hijau, sekaligus menambah daftar panjang kasus dugaan pelanggaran hukum yang melibatkan aparat di Jawa Tengah.


Intrik Suap dan Intimidasi Kematian Gamma

Kasus kematian Gamma Rizkynata Oktavandi diwarnai upaya intimidasi agar kasus yang bergulir sejak akhir November 2024 silam itu tak masuk ke ranah pidana.

Ayah Kandung Gamma, Andy Prabowo mengatakan, rumah dari nenek Gamma didatangi oleh orang tak dikenal saat kasus ini mulai muncul di permukaan. 

Nenek Gamma sempat ketakutan karena seringkali tinggal sendirian di rumah itu terutama pada siang hari.

“Mereka hanya di depan rumah lalu memfoto, ketika dihampiri pergi, kami tidak tahu siapa,” terangnya, Sabtu (9/8/2025).

Sumber: Tribun Jateng
Halaman 1/4
Ikuti kami di

Komentar

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved