Selasa, 12 Mei 2026
Wonosobo Hebat
Selamat Datang di Superhub Pemkab Wonosobo

Warga Semarang Tewas Dianiaya Polisi

Pengakuan Terakhir Sopir Rental Semarang, Darso: Saya Dipukuli hingga Pingsan oleh Polisi

Polresta Yogyakarta telah mengeluarkan keterangan resmi soal kejadian kecelakaan yang berujung dugaan penganiayaan terhadap Darso (43).

Tayang: | Diperbarui:
Penulis: iwan Arifianto | Editor: raka f pujangga
dok keluarga  Darso
Mendiang Darso (kiri) menceritakan penganiayaan yang dialaminya diduga dilakukan oleh anggota Satlantas Polresta Yogyakarta sehari sebelum meninggal dunia pada 29 September 2024.  

TRIBUNJATENG.COM,SEMARANG - Polresta Yogyakarta telah mengeluarkan keterangan resmi soal kejadian kecelakaan yang berujung dugaan penganiayaan terhadap Darso (43) warga Purwosari, Mijen, Kota Semarang.

Polisi menyebut, mendatangi rumah Darso karena berkaitan dengan kecelakaan yang terjadi di Jalan Mas Suharto, Danjurejan, Yogyakarta pada Jumat, 12 Juli 2024.

Dalam kecelakaan itu, pengendara motor Tuti Wijayanti alami luka-luka selepas terlibat kecelakaan dengan mobil Avanza pelat H9047YQ yang dikemudikan Darso.

Baca juga: Misteri Kematian Darso Diduga Korban Penganiayaan Polisi Digali Lagi, Ekshumasi Akan Digelar Besok

Darso adalah sopir rental yang ketika itu sedang mengantar dua penumpang yakni Toni dan Feri.

Akibat kecelakaan itu, sejumlah anggota dari satuan Unit Penegakan Hukum (Gakkum) Satlantas Polresta Yogyakarta mendatangi rumah Darso dalam rangka mengirimkan surat undangan klarifikasi pada Sabtu 21 September 2024 pukul 06.00 WIB.

Ketika di Semarang, polisi tersebut ternyata tak hanya mengajak Darso meninggalkan rumahnya.

Mereka mengklaim telah meminta Darso untuk pamitan kepada keluarganya.

"Setelah mereka membawa Darso dari rumahnya berjarak sekitar 500 meter,Darso meminta berhenti untuk buang air kecil," jelas keterangan tertulis tersebut.

Poniyem berziarah ke makam Darso suaminya yang diduga menjadi korban penganiayaan polisi, Kota Semarang, Sabtu (11/1/2025).
Poniyem berziarah ke makam Darso suaminya yang diduga menjadi korban penganiayaan polisi, Kota Semarang, Sabtu (11/1/2025). (Tribunjateng / Iwan Arifianto.)

Kemudian hal itu diikuti oleh para polisi yang ikut buang air kecil.

Selepas buang air kecil Darso disebut tiba-tiba alami sakit dada sebelah kiri.

Klaim polisi tersebut bertolak belakang dengan pengakuan Darso yang direkam dalam rekaman video yang diambil H-1 sebelum Darso meninggal dunia pada 29 September 2024.

Dalam rekaman itu, Darso duduk di kursi roda sembari memberi pengakuan ada kecelakaan di Yogyakarta.

Selanjutnya, dia menceritakan didatangi oleh enam polisi dengan mengendarai Avanza hitam yang diparkir tak jauh dari rumahnya.

Ketika hendak dibawa polisi, Darso mengaku punya sakit jantung sehingga hendak mengambil obat jantungnya terlebih dahulu.

"Pak saya mau ambil obat. Mereka bilang tidak usah banyak alasan lalu saya disuruh naik mobil Avanza Hitam isi orang 6," kata Darso dalam bahasa Jawa.

Halaman 1/3
Ikuti kami di

Komentar

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved