Minggu, 26 April 2026
Wonosobo Hebat
Selamat Datang di Superhub Pemkab Wonosobo

Penyebab Kebakaran Dahsyat Los Angeles, Api Dibawa Angin Santa Ana Berkecepatan 112 Km/jam

penyebab kebakaran Los Angeles kencangnya angin Santa Ana yang berembus dengan kecepatan lebih dari 70 mph atau 112 km/jam memicu kejadian kebakaran.

Penulis: Puspita Dewi | Editor: galih permadi
LATIMES.COM
Penyebab Kebakaran Dahsyat Los Angeles, Api Dibawa Angin Santa Ana Berkecepatan 112 Km/jam 

 

Penyebab Kebakaran Dahsyat Los Angels, Api Dibawa Angin Santa Ana Berkecepatan 112 Km/jam

TRIBUNJATENG.COM- Kebakaran besar yang melanda Los Angeles dimulai pada Selasa pagi, 7 Januari 2025, di distrik Pacific Palisades. Dalam waktu singkat, api telah meluas ke sejumlah wilayah, termasuk Eaton dan Hollywood Hills.

Kebakaran Los Angeles menghanguskan lebih dari 35.000 hektar lahan dan menghancurkan lebih dari 12.000 bangunan hingga Minggu (12/1/2025).

Dilansir dari AFP, keadaan semakin memburuk dengan adanya angin kencang Santa Ana dan vegetasi yang sangat kering, yang memperburuk penyebaran api dengan sangat cepat.

Dilansir dari The Guardian, kencangnya angin Santa Ana yang berembus dengan kecepatan lebih dari 70 mph atau 112 km/jam memicu kejadian kebakaran.

Sifat Angin Santa Ana yang kering menjadi penyebab parahnya kejadian kebakaran di wilayah tersebut, terutama saat musim kemarau. Udara kering dan hangat menurunkan kelembaban dan mengeringkan tumbuhan, sehingga menjadi lebih rentan terbakar.

Di wilayah ini, vegetasi yang kering dan melimpah menjadi bahan bakar alami yang dengan mudah mempercepat laju kebakaran. Ketika api mulai menyebar, angin yang kuat membantu membawa api ke area yang lebih luas dalam waktu yang sangat singkat, membuat upaya pemadaman menjadi semakin sulit.

Menurut para ahli, dampak perubahan iklim semakin memperburuk intensitas dan frekuensi kebakaran hutan di California. Pola cuaca ekstrem yang terjadi, termasuk musim dingin yang lebih basah diikuti oleh musim panas yang sangat terik, menghasilkan pertumbuhan vegetasi yang subur, yang kemudian mengering dan menjadi sangat mudah terbakar.

Perubahan iklim ini telah menyebabkan perubahan signifikan dalam pola cuaca, dengan musim panas yang semakin panjang dan kering. National Weather Service mencatat bahwa wilayah Los Angeles mengalami curah hujan yang sangat rendah selama beberapa bulan terakhir, sehingga semakin meningkatkan risiko kebakaran hutan.

Dengan adanya kondisi cuaca yang tidak mendukung dan dampak perubahan iklim yang semakin jelas, petugas pemadam kebakaran di Los Angeles bekerja tanpa henti siang dan malam untuk mengendalikan kobaran api yang terus meluas. 

Mereka menghadapi tantangan besar dalam memadamkan api yang terus bergerak cepat, serta dalam menyelamatkan ribuan nyawa yang terancam oleh bencana kebakaran hutan ini. 

Para analis memperkirakan kebakaran hutan di Los Angeles menyebabkan kerugian bagi California setidaknya US$ 135 miliar atau setara Rp 2,2 ribu triliun. Sementara itu, AccuWeather Inc memprediksikan kerugian dari kebakaran ini kemungkinan besar akan menimbulkan kerusakan dan kerugian ekonomi sebesar US$ 135 miliar hingga US$ 150 miliar.

"Kebakaran yang bergerak cepat dan didorong oleh angin ini telah menciptakan salah satu bencana kebakaran hutan yang paling merugikan dalam sejarah modern AS," kata Kepala Meteorologi AccuWeather Jonathan Porter, melansir dari Euro News pada Sabtu (11/1/2025).


Sementara itu, para pejabat setempat mengatakan lebih dari 1.000 bangunan, sebagian besar rumah, hancur akibat kebakaran. Sementara sekitar 130.000 orang masih berada dalam perintah evakuasi ke wilayah metropolitan. Angka ini terus berubah seiring kebakaran yang masih terus terjadi.
(*)

Sumber: Tribun Jateng
Ikuti kami di

Komentar

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved