Sabtu, 2 Mei 2026
Wonosobo Hebat
Selamat Datang di Superhub Pemkab Wonosobo

Berita Semarang

Pulang Retreat, Agustina Wali Kota Semarang Ikuti Prosesi Kirab Dugderan

Wali Kota Semarang, Agustina Wilujeng Pramestuti langsung mengikuti Dugderan sepulang mengikuti retreat di Akmil Magelang, Jumat (28/2/2025).

Tayang:
Penulis: Eka Yulianti Fajlin | Editor: deni setiawan
TRIBUN JATENG/EKA YULIANTI FAJLIN
PUKUL BEDUK - Wali Kota Semarang, Agustina Wilujeng Pramestuti (baju merah) menabuh beduk seusai membacakan suhuf halaqoh di Alun-alun Semarang, Jumat (28/2/2025). Kegiatan tersebut merupakan bagian dari rangkaian tradisi Dugderan di Kota Semarang dalam menyambut Ramadan. 

TRIBUNJATENG.COM, SEMARANG - Wali Kota Semarang, Agustina Wilujeng Pramestuti langsung mengikuti Dugderan sepulang mengikuti retreat di Akmil Magelang, Jumat (28/2/2025).

Dugderan menjadi tradisi masyarakat Kota Semarang menyambut bulan suci Ramadan.

Dugderan diawali dengan prosesi upacara dugder di Halaman Balai Kota Semarang.

Baca juga: 5.000 Kue Ganjel Rel Ikonik Meriahkan Dugderan Semarang: Simbol Tradisi dan Makna Mendalam

Baca juga: INFOGRAFIS Sejarah Kue Ganjel Rel: Warisan Belanda yang Jadi Simbol Tradisi Dugderan Semarang

Dia berperan sebagai Kanjeng Mas Ayu Tumenggung Purbodiningrum. 

Dilanjut, pemukulan bedug di halaman Balai Kota Semarang.

Selepas itu, Agustina mengikuti kirab budaya.

Ia bersama Wakil Wali Kota Semarang, Iswar Aminuddin dan jajaran Forkopimda Kota Semarang menaiki kereta kencana dari halaman Balai Kota Semarang menuju Masjid Agung Semarang atau Masjid Kauman.

Agustina takjub dengan antusiasme masyarakat mengikuti tradisi Dugderan.

"Ramai sekali."

"Hari pertama setelah retreat di Magelang langsung ikut Dugderan," ungkapnya.

Agustina mengatakan, Dugderan merupakan tradisi tahunan menyambut bulan suci Ramadan.

Kota Semarang yang terdiri dari berbagai macam etnis disatukan oleh Pemkot Semarang dengan ikon binatang imajiner bernama Warak Ngendok.

Baca juga: Sejarah Kue Ganjel Rel: Warisan Belanda yang Jadi Simbol Tradisi Dugderan Semarang

Baca juga: 5.000 Kue Ganjel Rel Siap Meriahkan Dugderan Semarang, Pakai Modifikasi Resep Terbaik

"Ini menandai masa memasuki toleransi dan keanekaragaman budaya akan mendapat tantangan yang berat di masa puasa dan Lebaran," ucapnya.

Dia ingin, tradisi ini terus bisa dilestarikan dan digelar tahun-tahun mendatang.

Dia pun mengapresiasi keterlibatan masyarakat yang luar biasa dalam mengikuti Dugderan 2025.

Sumber: Tribun Jateng
Halaman 1/2
Ikuti kami di

Komentar

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved