Ipda Endri Pukul Jurnalis di Semarang, IPW: Bodoh dan Overacting, Copot dari Walpri Kapolri
Kompolnas dan IPW desak Polri beri sanksi tegas ke Ipda Endri usai lakukan kekerasan terhadap jurnalis saat peliputan Kapolri di Semarang.
Penulis: iwan Arifianto | Editor: Daniel Ari Purnomo
TRIBUNJATENG.COM, SEMARANG – Komisi Kepolisian Indonesia (Kompolnas) meminta Polri memberikan sanksi maksimal kepada Ipda Endri Purwa Sefa, anggota Tim Pengamanan Protokoler Kapolri, yang melakukan kekerasan terhadap jurnalis di Semarang.
"Ya kami menyesalkan kejadian itu sehingga meminta Polri dalam hal ini Polda Jateng yang melakukan proses terhadap anggota tersebut bisa proporsional dan maksimal," ujar Anggota Kompolnas, M Choirul Anam, Senin (7/4/2025).
Anam heran peristiwa kekerasan oleh pengawal pribadi Kapolri bisa menimpa jurnalis.
Menurutnya, jurnalis telah dianggap Kapolri sebagai bagian penting dalam membangun institusi yang presisi dan humanis.
"Kejadian ini tidak boleh terjadi lagi karena media bagian penting dalam negara hukum dan demokrasi," paparnya.
Terkait pelaku yang telah meminta maaf, Anam menegaskan hal itu bukan akhir persoalan.
Sebaliknya, permintaan maaf adalah bentuk pengakuan atas kesalahan.
"Jadi dia (pelaku) siap menerima risikonya," jelasnya.
Ketua Indonesia Police Watch (IPW), Sugeng Teguh Santoso, menilai kasus ini sebagai tindakan bodoh dan overacting.
"Tindakan itu tak pantas dilakukan oleh pengawal pribadi Kapolri," ujar Sugeng.
Menurutnya, sebagai pengawal seharusnya pelaku paham kerja-kerja jurnalis dan bahwa jurnalis bukan ancaman.
"Kalau ada kerapatan saat meliput itu sudah biasa," jelasnya.
Sugeng menyebut Ipda Endri layak dicopot dari jabatan sebagai Walpri Kapolri.
Dia juga perlu diperiksa secara etik dan pidana.
"Pelaku tidak pantas jadi Walpri meskipun sudah minta maaf," ujarnya.
| Ketemu Kompolnas, Tim Hukum Keluarga Iko Cerita CCTV Kecelakaan Iko Rusak |
|
|---|
| Polsek Tegal Timur Masuk 5 Besar Nasional Penganugerahan Kompolnas Award 2025 |
|
|---|
| Bripda BYA Belum Dinonaktifkan, Anggota Ditsamapta Polda Jateng yang Viral Karena Tipu Banyak Wanita |
|
|---|
| Kompolnas Sentil Polda Jateng: Berantas Preman Jangan Hanya untuk Kepentingan Investor |
|
|---|
| Kompolnas RI Dorong Penyamaan Persepsi Gender untuk Cegah Kekerasan terhadap Perempuan dan Anak |
|
|---|
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/jateng/foto/bank/originals/Ipda-Endri-Pukul-Jurnalis-di-Semarang.jpg)