Ipda Endri Pukul Jurnalis di Semarang, IPW: Bodoh dan Overacting, Copot dari Walpri Kapolri
Kompolnas dan IPW desak Polri beri sanksi tegas ke Ipda Endri usai lakukan kekerasan terhadap jurnalis saat peliputan Kapolri di Semarang.
Penulis: iwan Arifianto | Editor: Daniel Ari Purnomo
Sugeng juga meminta komandannya turut diperiksa atas dugaan pembiaran.
"Komandan pengawal pribadi juga harus ikut bertanggung jawab," katanya.
Ipda Endri mendatangi Kantor Berita Antara Jateng di Jalan Veteran, Kota Semarang, Minggu (6/4/2025) malam.
Ia datang bersama Kabid Humas Polda Jateng Kombes Pol Artanto dan tim Mabes Polri.
Wajah Endri tertunduk lesu saat menyampaikan permintaan maaf kepada korban, Makna Zaezar, pewarta foto Antara.
"Saya pribadi secara manusiawi sudah memaafkan, namun saya minta harus ada tindak lanjut (sanksi) dari Polri," kata Makna, Senin (7/4/2025).
Direktur Pemberitaan Antara, Irfan Junaidi, menyebut peristiwa ini harus menjadi bahan koreksi bagi Polri.
"Kami menyesalkan kejadian ini, tetapi kami mengapresiasi adanya upaya permintaan maaf," ujarnya.
Ipda Endri mengaku menyesal atas tindakannya.
"Kami dari pengaman protokoler memohon maaf atas kejadian di Stasiun Tawang, semoga kami lebih humanis dan dewasa," katanya.
Kabid Humas Polda Jateng, Kombes Pol Artanto, mengatakan insiden terjadi karena kondisi di lokasi sangat krodit.
"Seharusnya kejadian ini bisa dihindari, kami akan evaluasi agar tidak terulang," ujarnya.
Ia memastikan permintaan maaf tidak menghentikan penyelidikan.
"Kami akan menyelidiki, jika ditemukan pelanggaran kami tidak segan memberi sanksi," tegasnya.
Ketua Aliansi Jurnalis Independen (AJI) Semarang, Aris Mulyawan, menilai kasus ini melanggar Pasal 18 ayat (1) UU Nomor 40 Tahun 1999 tentang Pers.
"Polri harus memberikan sanksi kepada pelaku," kata Aris.
Ketua Pewarta Foto Indonesia (PFI) Semarang, Dhana Kencana, menjelaskan kekerasan terjadi saat Kapolri meninj
| Ketemu Kompolnas, Tim Hukum Keluarga Iko Cerita CCTV Kecelakaan Iko Rusak |
|
|---|
| Polsek Tegal Timur Masuk 5 Besar Nasional Penganugerahan Kompolnas Award 2025 |
|
|---|
| Bripda BYA Belum Dinonaktifkan, Anggota Ditsamapta Polda Jateng yang Viral Karena Tipu Banyak Wanita |
|
|---|
| Kompolnas Sentil Polda Jateng: Berantas Preman Jangan Hanya untuk Kepentingan Investor |
|
|---|
| Kompolnas RI Dorong Penyamaan Persepsi Gender untuk Cegah Kekerasan terhadap Perempuan dan Anak |
|
|---|
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/jateng/foto/bank/originals/Ipda-Endri-Pukul-Jurnalis-di-Semarang.jpg)