Rabu, 3 Juni 2026
Wonosobo Hebat
Selamat Datang di Superhub Pemkab Wonosobo

Berita Karanganyar

DKK Karanganyar Berupaya Pasien TBC Tidak Putus Berobat

Dinas Kesehatan Kabupaten (DKK) Karanganyar berupaya supaya pasien Tuberkulosis (TBC) tidak putus berobat.

Tayang:
Penulis: Agus Iswadi | Editor: raka f pujangga
dokumentasi DKK Karanganyar
INOVASI PELAYANAN TBC - DKK Karanganyar menyosialisasikan Sistem Digital Platform Bagi Pasien TBC Lancar Dapatkan Jaminan Kesehatan atau SEDAP BETUL JAMUKU untuk pelayanan TBC. 

TRIBUNJATENG.COM, KARANGANYAR - Dinas Kesehatan Kabupaten (DKK) Karanganyar berupaya supaya pasien Tuberkulosis (TBC) tidak putus berobat selama enam bulan.

Salah satu upaya yang dilakukan dinas yakni dengan mengoptimalkan inovasi Sistem Digital Platform Bagi Pasien TBC Lancar Dapatkan Jaminan Kesehatan atau SEDAP BETUL JAMUKU.

Baca juga: Tim Mentari Sehat Indonesia Kabupaten Pekalongan Gelar Dukungan Pasien TBC

Kepala Bidang Pelayanan Kesehatan DKK Karanganyar, Retno Sawartuti menyampaikan, pengobatan pasien TBC harus dilakukan secara tuntas selama enam bulan. Obat bagi pasien selama ini memang gratis disediakan oleh pemerintah.

Akan tetapi memang ada kendala yang dialami beberapa pasien seperti harus membayar biaya perawatan penunjang dan lainnya karena tidak terdaftar sebagai peserta aktif Jaminan Kesehatan Nasional (JKN) atau BPJS Kesehatan.

Oleh karena itu dinas kini telah mengoptimalkan inovasi yang telah dilakukan sejak 2022 lalu, yakni dengan membridgingkan data pasien TBC yang ada di Kabupaten Karanganyar dengan data kepesertaan jaminan kesehatan.

"Jika ditemukan status kepesertaan tidak aktif segera diaktifkan saat itu juga melalui JKN APBD dimana premi BPJS-nya dibayar oleh Pemda Karanganyar. Hal ini sudah sesuai dengan Perbup dimana pasien TBC termasuk masyarakat beresiko yang harus dibiayai pemerintah daerah Karanganyar untuk meningkatkan kesejahteraan masyarakat," katanya saat dihubungi Tribunjateng.com, Selasa (29/4/2025).

Baca juga: Tangani Kasus TBC di Jateng, Ahmad Luthfi Galakkan Program Speling

Menurutnya inovasi ini untuk membantu pasien TBC yang tengah menjalani pengobatan supaya tidak putus minum obat karena ada kendala biaya perawatan.

Di sisi lain adanya inovasi itu juga memudahkan pasien TBC tidak perlu mengurus atau mengaktifkan kepesertaan jaminan kesehatan ke instansi terkait.

"Pemkab menganggarkan dari APBD untuk premi BPJS (Kesehatan) tahun ini," terangnya. (Ais).

Sumber: Tribun Jateng
Ikuti kami di

Komentar

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved