Rabu, 22 April 2026
Wonosobo Hebat
Selamat Datang di Superhub Pemkab Wonosobo

Pertanian

Revolusi Pertanian dari Desa, Hendi Pelopori Bertani Melon dengan Smart Hidroponik

Budidaya tanaman dengan metode hidroponik dianggap solusi atas keterbatasan lahan.

Penulis: khoirul muzaki | Editor: rival al manaf
Tribun Jateng/ Khoirul Muzaki
RAWAT TANAMAN- Seorang siswa Praktik Pengalaman Lapangan (PPL) SMKN Bansari merawat tanaman melon di Flos Hidroponik Desa Bansari Kecamatan Bansari, Temanggung, Rabu (23/4/2025). 

TRIBUNJATENG.COM, TEMANGGUNG - Budidaya tanaman dengan metode hidroponik dianggap solusi atas keterbatasan lahan. Biasanya metode ini popular di kawasan perkotaan yang terbatas lahan.

Namun siapa sangka, di desa terpencil lereng Gunung Sindoro, Desa Bansari, Kecamatan Bansari Temanggung, cara bertani modern ini juga mulai digandrungi petani.

Meski lahan di luar terbentang luas, sebagian petani justru memilih bertani di rumah kaca (green house) karena hasil yang lebih memuaskan.

Lulus dari Fakultas Pertanian Universitas Jenderal Soedirman (Unsoed) Purwokerto, Hendi Nurseto, warga Desa Bansari tak malu jadi petani di kampung halaman. Ia ingin mengaplikasikan ilmunya di kampus untuk membantu petani.

“Tahun 2017 saya mulai membangun hidroponik. Karena di desa hampir 95 persen warganya bertani secara konvensional,”katanya, Rabu (23/4/2025)

Hendi prihatin, petani sering merugi karena dipermainkan sistem pasar yang tak berpihak ke mereka.

Saat harga pasaran sedang bagus, hasil panen biasanya tak maksimal. Sebaliknya, ketika hasil panen melimpah, harga jual anjlok.  Padahal biaya produksi dari olah lahan sampai panen yang dikeluarkan petani tidak lah sedikit.

Tren yang terus berulang itu membuat petani sulit sejahtera.

Inilah yang menjadi alasan dia ingin bertani dengan pola beda. Ia ingin menciptakan pasar sendiri tanpa harus bergantung dengan tengkulak.

Ia memilih bertani dengan metode hidroponik untuk menggaet pasar khusus.

“Harapannya komoditas punya nilai, tidak tergantung dengan mekanisme pasar,”katanya

Hendi membangun green house yang di dalamnya ia tanami berbagai komoditas, baik sayur maupun buah.

“Saya coba tanam sayur, harga baik. Tapi kelemahan sayur, pasarnya terbatas waktu dan area, karena daya simpan tak lama,”katanya

Budidaya Melon Premium

MELON PREMIUM - Hendi Nurseto pemilik Flos Hidroponik menunjukkan melon premium yang dibudidayakannya dengan metode hidroponik, Desa Bansari, Kecamatan Bansari, Temanggung, Rabu (23/4/2025). 
MELON PREMIUM - Hendi Nurseto pemilik Flos Hidroponik menunjukkan melon premium yang dibudidayakannya dengan metode hidroponik, Desa Bansari, Kecamatan Bansari, Temanggung, Rabu (23/4/2025).  (Tribun Jateng/ Khoirul Muzaki)

 

Sumber: Tribun Jateng
Halaman 1/4
Ikuti kami di

Komentar

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved