Minggu, 10 Mei 2026
Wonosobo Hebat
Selamat Datang di Superhub Pemkab Wonosobo

Kericuhan Hari Buruh di Semarang

BREAKINGNEWS Jurnalis Semarang Dipiting dan HP Disita Polisi Saat Aksi Hari Buruh di Semarang

Polisi menangkap tiga mahasiswa yang tergabung dalam Lembaga Pers Mahasiswa (LPM) atau pers kampus bahkan jurnalis juga mendapatkan intimidasi. 

Tayang:
Penulis: iwan Arifianto | Editor: raka f pujangga
dok/AJI Kota Semarang
JURNALIS DIINTIMIDASI - Jurnalis Tempo, Jamal Abdun Nasr mengalami intimidasi dan kekerasan. Handphone Jamal juga disita dan video yang merekam aksi demonstrasi diduga dihapus oleh polisi. 

TRIBUNJATENG.COM,SEMARANG - Polisi menangkap tiga mahasiswa yang tergabung dalam Lembaga Pers Mahasiswa (LPM) atau pers kampus. 

Tak hanya menangkap mahasiswa, satu jurnalis Tempo, Jamal Abdun Nasr mengalami intimidasi dan kekerasan.

Handphone Jamal juga disita.

Baca juga: Hari Buruh, Jurnalis Semarang Prihatin Hantaman Gelombang PHK

File  video yang merekam aksi demonstrasi diduga dihapus oleh polisi. 

"Iya saya ditangkap. Leher saya dipiting dan saya mau dibanting, tapi saya tidak jatuh," jelas korban Jamal kepada Tribun selepas aksi, Kamis (1/5/2025).

Kekerasan yang dialami Jamal bermula saat dia merekam polisi melakukan penangkapan yang tidak manusiawi di depan gerbang Gubernuran sekira pukul 17.30 WIB.

Ketika mengambil video itu, Jamal didatangi oleh satu polisi yang langsung memiting tubuhnya.

Aliansi Jurnalis Independen (AJI) Kota Semarang melakukan aksi demontrasi Hari Buruh 2
AKSI HARI BURUH - Aliansi Jurnalis Independen (AJI) Kota Semarang melakukan aksi demontrasi untuk memperingati Hari Buruh Internasional atau May Day, Kamis 1 Mei 2025. Ketua AJI Semarang, Aris Mulyawan (kiri) melakukan orasi di Jalan Pahlawan, Semarang

"Ketika mengambil  video aku ditarik, handphone ku diminta lalu di masukan ke area gubernuran," bebernya.

Selepas di dalam kantor Gubernur, Jamal dirubung oleh banyak polisi.

Handphonenya disita secara paksa. 

"File rekaman video itu dihapus," kata Jamal.

Jamal mengaku, sebenarnya sudah berteriak bahwa dia adalah jurnalis.

Namun, polisi tak mengindahkan.

"Saya sempat memperlihatkan kartu pers yang saya gantungkan di leher," paparnya.

POLISI TANGKAP MAHASISWA- Kericuhan antara mahasiswa dengan polisi alam aksi peringatan Hari Buruh Internasional atau May Day, di Jalan Pahlawan, Kota Semarang, Kamis 1 Mei 2025, petang. Kericuhan ini berujung penangkapan 18 mahasiswa. 
POLISI TANGKAP MAHASISWA- Kericuhan antara mahasiswa dengan polisi alam aksi peringatan Hari Buruh Internasional atau May Day, di Jalan Pahlawan, Kota Semarang, Kamis 1 Mei 2025, petang. Kericuhan ini berujung penangkapan 18 mahasiswa.  (Tribunjateng/Iwan Arifianto. )

Penangkapan Jamal sempat membuat jurnalis lainnya geram.

Sumber: Tribun Jateng
Halaman 1/2
Ikuti kami di

Komentar

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved