Rabu, 8 April 2026
Wonosobo Hebat
Selamat Datang di Superhub Pemkab Wonosobo

Berita Jateng

Gus Nasrul di Unnes: Indonesia Darurat Sifat Malu

Wakil Ketua Komisi Kerukunan Antar Umat Beragama MUI Pusat, Prof DR KH Nasrulloh Afandi, khutbah di Unnes Semarang.

Editor: raka f pujangga
istimewa
FOTO BERSAMA - Gus Nasrul(Baju putih) bersama Prof DR S Martono. S. Msi(Rektor UNNES) sejumlah Warek, sekretaris Universitas dan dekan FT, pada hari Jumat 2 Mei 2025 

TRIBUNJATENG.COM, SEMARANG - Wakil Ketua Komisi Kerukunan Antar Umat Beragama MUI Pusat, Prof DR KH Nasrulloh Afandi, Lc, MA yang akrab disapa Gus Nasrul, menegaskan Indonesia darurat rasa malu, hal itu disampaikan dalam khutbah Jumat di Masjid Ulul Albab Campus Unnes (2 /5/2025) Yang diikuti ribuan jemaah mahasiswa dan masyarakat umum. 

Dalam khutbah bertema Reorientasi Sifat Malu di Ruang Publik Perspektif Islam tersebut, Gus Nasrul menegaskan,  bahwa Sifat mempunyai rasa malu, adalah bagian dari akhlak mulia, bahkan bagian dari keimanan.

Tetapi kini banyak manusia yang sudah hilang rasa malunya, hilang nurani kemanusiaannya.

Baca juga: Unnes dan LP Maarif NU PCNU Kudus Siapkan Program Peningkatan Kompetensi Jurnalistik bagi Guru

Kitab-kitab ilmu akhlak, kitab-kitab ilmu tasawwuf, menekankan pentingnya punya rasa malu bagi setiap orang beriman.

"Agar segala sikapnya terhormat dan bermartabat. Hingga Tokoh maqashid Syariah sekelas Imam Thohir Ibn Asyur menegaskan, bahwa fitrah manusia adalah mempunya rasa malu, jika rasa malu hilang, maka manusdia tidak ada bedanya denganb binatang," tegas Doktor Maqashid Syariah Summa Cumn Laude Universitas al-Qurawiyin Maroko itu dalam keterangan persnya, Minggu (5/4/2025).

"Kita sering melihat, pasangan muda-muda di ruang publik, melakukan kemaksiatan, di tempat ramai, bahkan banyak yang berpacaran bepergian jauh berduaan bukan suami –istri,  tanpa malu, tetapi dengan bangga memamerkan aktivitas kemaksiatan berpacarannya tersebut,  di berbagai media sosial, tanpa rasa malu. 

Contoh lainnya? Para koruptor, tertangkap KPK, tetapi di ruang publik, media, mereka tanpa malu, tersenyum-tersenyum manis, melambai-lambaikan tangan. Bak artis atau bintang film yang sedang daun. Tidak ada sedikit pun rasa malu di raut wajah dan sikapnya," tutur  Ketua Pusat Persatuan Guru NU itu.

Contoh lain? Suami istri bertengkar, terutama kalangan artis, tetapi masalah rumah tangganya, tanpa malu di publish di media sosial.

Padahal semestinya malu, dan hendaknya mernutupi masalah rumah tangganya.

Atau para gadis di ruang publik, di pasar, di mall, di jalanan hingga kendaraan umum, yang berpakaian minim dan ketat, hingga kelihatan aurat dan lekuk-lekuk tubuhnya,

Sedikit pun tidak ada rasa malu, bahkan terkesan bangga dengan pakain yang bertentangan dengan norma agama dan adat tradisi tersebut.

Contoh lainnya? Sesama orang Islam, sesama orang beragama, tidak malu, saling hujat, saling serang, saling caci, saling menghina di media sosial!

Bahkan tampak bangga ketika menghujat orang tertentu di medsos, dan banyak yang menyukai atau komen mendukung hujatannya tersebut, tutur dewan pengasuh pesantren Balekambang Jeapara Jateng itu.. 

Banyak kalangan preman, tetapi tidak malu mendeklarasikan diri sebagai tokoh agama. 

Innalillahi wa Inna ilaihi rojiun… hal hal di atas adalah musibah kerusakan akhlak, sungguh sangat memprihatinkan! Hal-hal diatas.

Sumber: Tribun Jateng
Halaman 1/3
Ikuti kami di

Komentar

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved