Wonosobo Hebat
Selamat Datang di Superhub Pemkab Wonosobo

Berita Jepara

Mengenal Desa Nyamuk di Karimunjawa yang Indah, Ternyata Singkatan 2 Kata: Banyak yang Salah Paham

Desa Nyamuk, yang terletak di Kecamatan Karimunjawa, Kabupaten Jepara, memiliki keindahan alam yang luar biasa

Penulis: hermawan Endra | Editor: muslimah
Tribunjateng/Hermawan Endra
Pantai Ujung Timur di Desa Nyamuk, yang terletak di Kecamatan Karimunjawa, Kabupaten Jepara, 

TRIBUNJATENG.COM, SEMARANG - Desa Nyamuk, yang terletak di Kecamatan Karimunjawa, Kabupaten Jepara, memiliki keindahan alam yang luar biasa. Namun, desa ini juga menghadapi beberapa tantangan infrastruktur yang perlu diatasi.

Jadi, Desa Nyamuk sebenarnya memiliki nama yang berasal dari singkatan kata "Nyantri Mukti" yang berarti santri yang tekun.

Berdasarkan cerita masyarakat setempat, nama ini diberikan karena dulu ada seorang santri yang datang ke pulau ini dan dikenal karena ketekunannya dalam mencari ilmu.

Nama ini kemudian disingkat menjadi "Nyamuk" dan menjadi nama desa yang digunakan hingga saat ini.

"Banyak orang yang mengira karena namanya Desa Nyamuk berarti banyak nyamuknya. Padahal bukan. Keberadaan nyamuk di sini sama seperti di wilayah lain. Ada (nyamuk) tapi yaa gak banyak sama seperti tempat lain," kata seorang warga, Ardi, Sabtu (10/5).

Baca juga: Masud Kades Kemujan Karimunjawa Dapat Manfaat Dari Kunjungan Tim Ekspedisi Rupiah Berdaulat

Desa Nyamuk, yang terletak di Kecamatan Karimunjawa, Kabupaten Jepara,
Desa Nyamuk, yang terletak di Kecamatan Karimunjawa, Kabupaten Jepara, (Tribunjateng/Hermawan Endra)

Infrastruktur jaringan seluler di Desa Nyamuk sudah tersedia dengan adanya jaringan dari Telkomsel.

Ini memungkinkan penduduk desa untuk mengakses layanan telekomunikasi dan internet, sehingga mereka dapat terhubung dengan dunia luar dan mengakses informasi yang dibutuhkan.

Kepala Desa Nyamuk, Karimunjawa, Jepara, Muaziz, menjelaskan, myoritas penduduk Desa Nyamuk, sekitar 90 persen, berprofesi sebagai nelayan.

Jika ingin ke Jepara, mereka harus menempuh perjalanan yang cukup panjang, yaitu sekitar 7 jam dengan kapal nelayan ke Karimun dulu, karena tidak ada transportasi umum yang langsung ke Jepara.

Pada musim barat, tidak ada penyebrangan yang dapat dilakukan, sehingga penduduk desa harus melakukan stok beras dan mengandalkan pertanian singkong sebagai sumber pendapatan. Padi tidak ada ditanam di desa ini.

Desa Nyamuk memiliki fasilitas pendidikan yang terbatas, yaitu hanya satu Sekolah Dasar (SD), TPQ, dan Madrasah Diniah.

Jumlah penduduk desa ini adalah 643 jiwa, dengan 200 kepala keluarga (KK) yang terbagi dalam 2 RW dan 4 RT.

Luas desa ini adalah sekitar 135 hektar. Desa ini memiliki satu masjid dan tiga musala, serta Balai Kesehatan Desa (BKD) dan PAUD/TK.

Desa Nyamuk juga menyimpan keindahan alam yang luar biasa, seperti Pantai Ujung Timur.

Pantai ini masih alami, indah, dan memiliki pasir putih, layaknya pantai pribadi karena belum menjadi objek wisata sehingga tidak ramai kunjungan.

Namun, pantai ini belum menjadi destinasi wisata yang populer, hanya beberapa wisatawan yang datang berkunjung.

Sayangnya, desa ini masih menghadapi beberapa tantangan infrastruktur. Belum ada dermaga yang memadai, sehingga aksesibilitas desa masih terbatas.

Selain itu, Listrik juga masih terbatas, dengan kapasitas 1500 watt per rumah. Untuk mengatasi keterbatasan listrik, desa ini menggunakan genset dan solar sel.

Desa Nyamuk memiliki potensi dan tantangan yang unik. Pemerintah dan masyarakat desa perlu bekerja sama untuk meningkatkan infrastruktur dan kualitas hidup penduduk desa, serta mengembangkan potensi wisata alam yang dimiliki. (*)

Sumber: Tribun Jateng
Berita Terkait
Ikuti kami di
AA

Berita Terkini

© 2025 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved