Berita Semarang
Trans Semarang Perlu Pembenahan, Subsidi Besar, Layanan Belum Menjangkau Seluruh Kawasan Perumahan
Meski menjadi salah satu kota dengan anggaran subsidi angkutan umum terbesar di Indonesia setelah Jakarta
Penulis: budi susanto | Editor: muh radlis
TRIBUNJATENG.COM, SEMARANG - Meski menjadi salah satu kota dengan anggaran subsidi angkutan umum terbesar di Indonesia setelah Jakarta, layanan Bus Rapid Transit (BRT) Trans Semarang dinilai masih perlu banyak pembenahan.
Hal ini mengemuka dari kajian yang disampaikan Djoko Setijowarno, akademisi Prodi Teknik Sipil Unika Soegijapranata sekaligus Wakil Ketua Pemberdayaan dan Pengembangan Wilayah Masyarakat Transportasi Indonesia (MTI) Pusat.
Menurut Djoko, upaya pembenahan transportasi publik di Kota Semarang memang sudah berjalan sejak lama, dimulai pada 2005 lewat program bantuan armada bus dari Kementerian Perhubungan.
Namun hingga kini, belum semua kawasan perumahan di Kota Semarang terlayani oleh transportasi umum.
“Saat ini baru 32 pemerintah daerah yang mengalokasikan APBD-nya untuk subsidi angkutan umum, dan Pemkot Semarang termasuk salah satunya.
Tapi persoalannya, dari 110 kawasan perumahan di Semarang, belum sampai 10 persen yang terlayani Trans Semarang,” ujar Djoko kepada Tribun Jateng, Minggu (18/5/2025).
Ia menyebutkan, berdasarkan data dari BP Tapera tahun 2024, setidaknya dibutuhkan dana sekitar Rp 1 triliun agar semua kawasan perumahan di Kota Semarang bisa dijangkau oleh layanan Trans Semarang.
Jumlah tersebut sulit dipenuhi jika hanya mengandalkan APBD Kota Semarang, yang pada 2025 dialokasikan sebesar Rp 5,5 triliun, dengan Rp 260 miliar atau 47 persen di antaranya untuk subsidi Trans Semarang.
“Anggaran subsidi yang besar itu belum cukup menjamin jangkauan yang luas.
Maka perlu bantuan dari pemerintah pusat, terutama untuk mengembangkan layanan ke wilayah pinggiran atau perumahan,” imbuh Djoko.
Saat ini, Trans Semarang melayani 8 koridor utama dan 4 rute angkutan pengumpan (feeder). Koridor terpanjang adalah Koridor VIII dengan rute Terminal Cangkiran - Simpang Lima sejauh 59 km.
Selain itu, masih ada layanan swakelola malam hari dari Terminal Mangkang - Tugumuda - Simpang Lima dengan jam operasional pukul 17.30 – 23.00 WIB.
Total armada yang dioperasikan sebanyak 302 bus, terdiri dari 82 armada bantuan pemerintah dan 222 milik operator.
Tarif yang dikenakan cukup terjangkau, Rp 4.000 untuk umum, Rp 1.000 untuk lansia, veteran, dan disabilitas, serta gratis bagi pelajar dan mahasiswa ber-KTP Semarang.
Meski begitu, tantangan masih besar.
| Tribun Jateng Ulang Tahun Ke-13, Perayaan Sederhana Penuh Makna |
|
|---|
| Jalan Pramuka Pudakpayung Semarang Diperbaiki, Bagian dari Program IJD |
|
|---|
| Portal Pembatas Kendaraan Dipasang di Jrakah, Langsung Beroperasi |
|
|---|
| Prakiraan Cuaca Kota Semarang Hari Ini Rabu 29 April 2026: Hujan |
|
|---|
| Gara-gara Tak Ada Tanda Tangan Menteri, Pejabat dari Jakarta Tersingkir Jadi Sekda Kota Semarang |
|
|---|
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/jateng/foto/bank/originals/LANDSCAPE-KOTA-SEMARANG-Pemandangan-jalur-perkotaan-dengan-aktivi.jpg)