Idul Adha 2025
Kisah Penjual Hewan Kurban di Wonosobo, Buka 24 Jam Hingga Manfaatkan Media Sosial
Jelang Iduladha, lapak-lapak penjual hewan kurban bertebaran di sejumlah pinggir jalan Wonosobo, Selasa (3/6/2025).
Penulis: Imah Masitoh | Editor: raka f pujangga
TRIBUNJATENG.COM, WONOSOBO - Jelang Iduladha, lapak-lapak penjual hewan kurban bertebaran di sejumlah pinggir jalan Wonosobo, Selasa (3/6/2025).
Salah satunya lapak penjual hewan kurban ada di Jalan Wonosobo - Dieng tepatnya depan kantor Disparbud Kabupaten Wonosobo.
Pemilik lapak bernama Baririsang Bil Lisani mengatakan telah menggelar lapak dagangan hewan kurban sudah sejak Minggu (1/6/2025).
Baca juga: Dispertan Semarang Sidak ke Pedagang Hewan Kurban, Ini Temuannya
Manfaatkan momentum Hari Raya Iduladha, tahun ini ia menggelar lapak di 5 titik lokasi strategis di wilayah Wonosobo untuk melayani masyarakat yang ingin berkurban.
"Ada 5 lapak, satu di sini, di Tembelang, Ngasinan, depan SMA Muhammadiyah, dan di samping MTs 1 Wonosobo," ungkapnya saat ditemui tribunjateng.com di lapak.
Tahun ini setidaknya ada 300 ekor domba yang disiapkan untuk dijual. Jenis domba yang dijual merupakan domba lokal khas Wonosobo (Dombos), kambing jawa, dan kambing etawa.
Ternak yang dijual ini berasal dari peternakan yang berada di wilayah Kayugiyang, Garung. Perawatan domba dilakukan secara alami, dengan pemberian rumput dan limbah pertanian seperti kulit kentang.
Lapak miliknya pun cukup sederhana, berukuran sekitar 4 x 5 meter dan hanya menggunakan terpal sebagai atap untuk melindungi ternak dari paparan sinar matahari ataupun hujan.
Ia menyebut pemilihan lokasi lapak yang strategis di pinggir jalan jadi andalannya, sehingga banyak warga yang mampir untuk melihat-lihat bahkan membeli.
"Kita buka 24 jam sampai hari Jumat besok. Jadi kalau malam juga ada yang jaga," ungkapnya.
Dari sisi harga, hewan kurban yang dijual dibanderol mulai dari Rp2,5 juta hingga Rp4 juta tergantung ukuran dan jenis kambing.
Meskipun jumlah penjualan tahun ini sedikit menurun dibanding tahun sebelumnya ia optimis kebutuhan hewan kurban masyarakat akan tetap ada.
Baca juga: Hindari Kantong Plastik, DLH Blora Sarankan Daun dan Besek sebagai Kemasan Daging Kurban
“Ya, tahun ini agak menurun. Tapi harga tetap stabil, malah bisa dibilang lebih murah,” tambahnya.
Untuk mendukung penjualan, ia juga memanfaatkan media sosial seperti Facebook, Instagram, dan TikTok untuk menarik minat pembeli dari berbagai kalangan.
“Kita juga aktif di sosmed, dan respon netizen cukup bagus,” tandasnya. (ima)
| Bosan Masak Gule dan Tengkleng, Warga Penuhi Kawasan Gang Banteng |
|
|---|
| Dari Kampus untuk sesama, UPGRIS salurkan 1.250 paket daging kurban pada momen Idul Adha 1446 H |
|
|---|
| Warga Wajib Celup Jari ke Tinta saat Ambil Daging Kurban di Desa Tembok Kidul Tegal |
|
|---|
| PSI Kota Semarang Sembelih 9 Ekor Kambing dan Membagikan 300 Paket Daging Kurban pada Masyarakat |
|
|---|
| Polres Semarang Sembelih 12 Hewan Kurban untuk Personel dan Warga dalam Momen Iduladha 2025 |
|
|---|
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/jateng/foto/bank/originals/Suasana-di-lapak-hewan-kurban-yang-berada-di-Jalan-Wonosobo-Dieng.jpg)