Berita Semarang
Berlari Bersama Tamiya: Komunitas Rangers Lawan Budaya Mager dan Gadget
Hadir sebuah komunitas yang menyuguhkan konsep olahraga unik dan penuh keceriaan.
Penulis: Franciskus Ariel Setiaputra | Editor: M Syofri Kurniawan
TRIBUNJATENG.COM, SEMARANG - Di tengah dominasi gadget dan minimnya aktivitas fisik masyarakat, terutama anak-anak, hadir sebuah komunitas yang menyuguhkan konsep olahraga unik dan penuh keceriaan.
Yakni komunitas Semarang Runners (Rangers) dari PKPI Semarang, atau Perkumpulan Komunitas Playon Indonesia cabang Semarang.
Mengusung permainan legendaris Mini 4WD (sering dikenal sebagai Tamiya), komunitas ini memperkenalkan gaya olahraga baru bernama Street Mini 4WD.
Baca juga: Undip Kini Punya Stadion Bulu Tangkis Rp43 Miliar Bertaraf Internasional, Calon Venue Pomnas 2025
"Kita ingin kampanyekan adalah olahraga sambil bermain, keseruannya, keasyikannya, kekompakannya, karena sekali bermain pasti akan nagih.
Dan utamanya bagi anak-anak agar dapat istirahat dengan gadget, mengingat sekarang era nya era gadget, anak-anak TK dan SD saja sudah di perkenalkan dengan gadget," jelas Panjalu Ardhi, penggerak komunitas PKPI Semarang.
Meski demikian, komunitas ini sebenarnya tak hanya diisi oleh anak-anak, namun juga orang dewasa.
Bahkan lewat komunitas ini, menjadi wadah nostalgia bagi beberapa orang yang masa kecilnya menyukai tamiya.
“Tamiya itu sebenarnya nama brand.
Di olahraga ini, kita bebas menggunakan mobil mini 4WD merek apa pun, bahkan rakitan sendiri (DIY),” lanjut Ardhi.
Berbeda dengan balapan Tamiya yang punya lintasan sirkuit khusus, Street Mini 4WD dimainkan di ruang terbuka seperti jalan umum, taman kota, atau area CFD.
Pegiat dalam komunitas ini berlari sambil mengarahkan mobil Mini 4WD mereka menggunakan guide stick yang dibuat secara kostumisasi.
Dalam permainannya, pegiat seolah menyatu dengan mobil yang mereka modifikasi sendiri.
Makanya, saat bermain street mini 4WD, selain teknik, permainan ini juga turut melatih daya tahan atau endurance pada pegiat.
“Jadi, permainan ini juga sekaligus olahraga.
Cara bermainnya menyesuaikan dengan kecepatan dari kit (kendaraan) masing-masing.
| Sebut Ada PKL Mulai Berdiri Permanen, Wali Kota Semarang Bakal Evaluasi SK PKL 2026 |
|
|---|
| Nuansa Natal Masih Terasa di Jateng, Gubernur Jateng Sentil Soal Toleransi |
|
|---|
| Nelayan Semarang Utara Terdampak Angin Barat, Ini Langkah Pemkot |
|
|---|
| RT di Semarang yang Belum Terima BOP Rp25 Juta Bisa Ajukan di 2026, Begini Caranya! |
|
|---|
| Menembus Banjir demi Target: Kisah Para Buruh Lamicitra Semarang yang Berjalan Kaki 500 Meter |
|
|---|
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/jateng/foto/bank/originals/memainkan-Mini-4WD.jpg)