Wonosobo Hebat
Selamat Datang di Superhub Pemkab Wonosobo

Perang Iran vs Israel

Penampakan Rudal Haj Qassem Iran yang Tewaskan 10 Orang di Israel, Kecepatan Tembus Mach 11

Penampakan rudal terbaru Iran bernama Haj Qassem beredar di media sosial. Rudal itu disebut mampu menembus pertahanan Iron Dome Israel.

Editor: rival al manaf
(X via FIRSTPOST)
Rudal Haj Qassem baru milik Iran, ditembakkan saat perang melawan Israel, Sabtu (14/6/2025). 

TRIBUNJATENG.COM - Penampakan rudal terbaru Iran bernama Haj Qassem beredar di media sosial.

Rudal itu disebut mampu menembus pertahanan Iron Dome Israel.

Dalam serangan yang menewaskan 10 orang dan melukai 200 jiwa beberapa waktu lalu rudal Haj Qassem digunakan.

Baca juga: Mossad Bunuh Sejumlah Jenderal Iran, Gunakan Berbagai Cara Termasuk Selundupkan Drone

Baca juga: "Pemerintah Mempermainkan Hidup Kami" Warga Israel Ketakutan Setelah Serangan ke Iran

Iran dilaporkan menggunakan rudal balistik berpemandu terbaru bernama Haj Qassem dalam serangan udara ke Israel, Minggu (15/6/2025). 

Sementara itu, Israel membantah Iran menggunakan rudal baru dalam serangannya, melainkan rudal-rudal yang sama saat pertempuran April dan Oktober 2024.

Adapun menurut laporan Al Jazeera, rudal Haj Qassem kali pertama digunakan Iran melawan Israel kemarin, dan mampu lolos dari pertahanan udara musuh.

Video yang direkam di Israel memperlihatkan kecepatan dan kekuatan rudal Haj Qassem melebihi senjata-senjata Iran yang telah digunakan sebelumnya.

Serangan berbarengan dengan rentetan rudal lainnya itu menyebabkan sedikitnya sepuluh orang tewas dan sekitar 200 lainnya luka-luka di Israel.

Dirancang untuk tembus Iron Dome dan THAAD

Rudal ini dinamai sesuai nama Jenderal Qassem Soleimani, mantan komandan Pasukan Quds dari Korps Garda Revolusi Iran yang tewas dalam serangan drone di Irak, atas perintah Presiden Amerika Serikat saat itu, Donald Trump, pada 2020.

Mengutip laporan CNN dan kantor berita FARS, rudal Haj Qassem diklaim memiliki kemampuan menembus sistem pertahanan udara Iron Dome milik Israel.

Bahkan, rudal ini disebut mampu menghindari sistem Terminal High Altitude Area Defense (THAAD) milik militer Amerika Serikat yang telah dikerahkan ke Israel.

"Rudal ini dapat menghindari sistem THAAD dan Patriot buatan AS," kata Menteri Pertahanan Iran, Aziz Nasirzadeh, dikutip dari First Post, Minggu (15/6/2025).

THAAD selama ini dianggap sebagai salah satu sistem pertahanan rudal anti-balistik terbaik untuk menghalau ancaman jarak pendek hingga menengah.

Menurut kantor berita Iran, Tasnim, rudal Haj Qassem juga dilengkapi sistem navigasi canggih yang memungkinkan rudal mencapai target secara akurat tanpa bergantung pada sistem navigasi GPS.

Halaman
12
Sumber: Tribun Jateng
Berita Terkait
Ikuti kami di
AA

Berita Terkini

© 2025 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved