Kecelakaan Maut
Kecelakaan Maut Bus Masuk Jurang, 37 Orang Dilaporkan Tewas
Hingga Kamis (13/11/2025) tercatat sebanyak 37 orang dilaporkan tewas dari data yang dikutip tribunjateng.com dari kompas.com.
Penulis: Val | Editor: rival al manaf
TRIBUNJATENG.COM - Kecelakaan maut bus masuk jurang menelan korban jiwa yang cukup banyak.
Hingga Kamis (13/11/2025) tercatat sebanyak 37 orang dilaporkan tewas dari data yang dikutip tribunjateng.com dari kompas.com.
Persitiwa kecelakaan maut itu terjadi di Peru pada Rabu (12/11/2025) dini hari waktu setempat.
Baca juga: Kronologi Kecelakaan Freed Oleng Tabrak Pejalan Kaki di Purwokerto Banyumas, Ini Identitas 2 Tewas
Baca juga: Kecelakaan Truk Rem Blong di JLS Salatiga, Sopir Tewas Seketika, Begini Kata Polisi
• BREAKING NEWS: 2 Pejalan Kaki Tewas Dihantam Mobil di Jalan DI Panjaitan Purwokerto, Korban Terseret
• BREAKING NEWS: KGPH Hangabehi Resmi Dinobatkan Jadi Paku Buwono XIV, Penerus Tahta Keraton Solo
• Resmi Berubah, Daftar Harga Bahan Bakar Minyak BBM Terbaru Kamis 13 November 2025
Insiden ini disebut menjadi kecelakaan terburuk di Peru dalam beberapa tahun terakhir.
Saat kejadian, bus dilaporkan sedang melaju melewati pegunungan di wilayah Arequipa.
Dilansir dari Al Jazeera, Kamis (13/11/2025), bus tersebut melaju dari distrik pertambangan pada pukul 00.30 dini hari waktu setempat menuju kota Arequipa.
Namun, di tengah perjalanan, bus menabrak truk pikap hingga membuatnya keluar dari jalan raya dan terjun ke jurang sedalam 200 meter.
Pejabat kesehatan setempat mengatakan, terdapat 60 penumpang dalam bus, 36 orang diantaranya tewas di tempat.
Satu orang dikabarkan meninggal dunia saat berada di rumah sakit, serta 20 penumpang lainnya luka-luka.
Sementara itu, media lokal melaporkan bahwa sopir truk yang terlibat dalam insiden dinyatakan positif alkohol.
Foto-foto kecelakaan menampilkan bagian depan truk pikap yang hancur akibat benturan yang tampaknya merupakan tabrakan langsung.
Sementara itu, bus terlihat tergeletak miring dan dikelilingi oleh puing-puing yang berserakan di medan berbatu.
Menurut otoritas setempat, Peru memiliki tingkat kematian akibat kecelakaan lalu lintas yang relatif tinggi.
Hal itu disebabkan perilaku mengemudi yang ugal-ugalan serta kondisi jalan yang menantang.
"Ini bukan tragedi pertama di daerah ini. Bertahun-tahun yang lalu, bus lain juga mengalami kecelakaan di tempat yang sama, menewaskan 50 orang," ujar Walther Oporto, manajer kesehatan regional kepada TV Peru.
Menurut AP News, Peru mencatat lebih dari 3.000 kematian dalam kecelakaan lalu lintas pada 2024.
Insiden serupa juga pernah terjadi di Arequipa pada Juli dan Agustus lalu, dua bus terbalik dan menewaskan sedikitnya 28 orang. Awal tahun ini, sebuah bus jatuh ke sungai dan menewaskan sedikitnya enam orang. (*)
Sumber: kompas.com
| Kecelakaan Truk di Depan Kodam IV/Diponegoro Kemacetan Mencapai Srondol |
|
|---|
| Kronologi Kecelakaan di Jalan Tol Semarang Solo, Sopir Tewas Setelah Tabrak Pembatas Jalan |
|
|---|
| Kronologi Kecelakaan Maut Mobil Muatan Oksigen Tabrak Dua Motor di Patikraja Banyumas, 1 Tewas |
|
|---|
| Kronologi Kecelakaan Maut Tewaskan Pensiunan Polisi Brigjen Raziman, Terduga Penabrak Melarikan Diri |
|
|---|
| Kecelakaan Maut Mobil Brimob Polisi Tabrak Honda Revo, Pengemudi Sepeda Motor Tewas |
|
|---|
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/jateng/foto/bank/originals/peziarah-asal-Bogor-mengalami-kecelakaan.jpg)