Wonosobo Hebat
Selamat Datang di Superhub Pemkab Wonosobo

Berita Banyumas

Inilah Program Si Patas, Cara Pemkab Banyumas Tangani 13.426 Anak Tidak Sekolah

Sadewo Tri Lastiono meluncurkan program 'Si Patas' (Semangat Penanganan Anak Tidak Sekolah) pada Rabu (25/6/2025) di Kabupaten Banyumas.

Penulis: Permata Putra Sejati | Editor: deni setiawan
PEMKAB BANYUMAS
LAUNCHING PROGRAM - Bupati Banyumas, Sadewo Tri Lastiono memberikan penghargaan kepada warga yang peduli terhadap persoalan pendidikan di wilayah masing-masing, Rabu (25/6/2025). Diluncurkan program 'Si Patas' untuk menangani Anak Tidak Sekolah karena tercatat ada sebanyak 13.426 anak tidak sekolah (ATS) tersebar di berbagai wilayah di Banyumas. 

TRIBUNJATENG.COM, PURWOKERTO - 13.426 anak tidak sekolah (ATS) tersebar di Kabupaten Banyumas

Di antara mereka ada yang putus sekolah, tidak melanjutkan pendidikan, hingga belum pernah mengenyam bangku sekolah sama sekali.

Kondisi ini kemudian menjadi sorotan serius Pemkab Banyumas.

Baca juga: Mahasiswa Informatika Telkom University Purwokerto Latih UMKM Telur Asin Banyumas Go Digital

Baca juga: Hari Ketiga SPMB di Banyumas Server Masih Sering Down, Orang Tua Makin Panik

Sebagai langkah konkret, Bupati Banyumas, Sadewo Tri Lastiono meluncurkan program 'Si Patas' (Semangat Penanganan Anak Tidak Sekolah) pada Rabu (25/6/2025) di Convention Hall, Menara Teratai Purwokerto.

Program ini diinisiasi Dindik Kabupaten Banyumas melalui Bidang Pembinaan PAUD dan Dikmas. 

Hal ini sebagai bentuk pelaksanaan program prioritas Trilas, yakni peningkatan kualitas pendidikan dan keberhasilan 13 tahun wajib belajar.

"Jumlah anak tidak sekolah di Banyumas saat ini mencapai 13.426 orang." 

"Ini adalah tanggung jawab bersama," ujar Kepala Dindik Kabupaten Banyumas, Joko Wiyono

Joko menjelaskan, 'Si Patas' akan menjadi payung program penanganan anak tidak sekolah secara kolaboratif. 

Dia berharap seluruh elemen, mulai dari Kepala Desa, Camat, hingga mitra pendidikan ikut ambil bagian dalam gerakan ini.

"Mohon kami didukung, agar semua warga Banyumas bisa mengenyam pendidikan." 

"Ini bentuk nyata negara hadir untuk mewujudkan education for all," katanya. 

Bupati Sadewo menyampaikan apresiasi atas lahirnya program tersebut dan menyebutnya sebagai tonggak penting bagi masa depan generasi Banyumas.

"Keberhasilan pembangunan bukan sekadar jumlah program yang dibuat, tapi sebesar apa manfaatnya dirasakan masyarakat," terangnya. 

Baca juga: Momok Tahunan Penerimaan Siswa SMP Baru di Banyumas, Server Down Mental Orangtua Ikut Down

Baca juga: Dindik Banyumas Siapkan Skema Perpanjangan Waktu Pendaftaran SPMB SMP, Buntut Server Sering Down

Dia mengajak semua pemangku kepentingan memberikan dukungan penuh dan menjadikan program ini bagian dari komitmen bersama.

"Kami mengajak para Lurah, Kepala Desa, Camat, lembaga pendidikan, organisasi masyarakat dan seluruh pihak untuk mendukung program ini secara serius, menyeluruh, dan bertanggung jawab," ucapnya.

Sadewo juga berharap agar 'Si Patas' tidak sekadar seremoni, melainkan menjadi pijakan strategis melahirkan kebijakan jangka panjang di bidang pendidikan, yang inklusif dan berkeadilan.

Sementara itu, Ketua DPRD Kabupaten Banyumas Subagyo menegaskan pentingnya menghadirkan keadilan di sektor pendidikan. 

Dia mendorong adanya prioritas anggaran untuk mendukung anak-anak yang belum sekolah.

"Jangan sampai ada anak di sekitar yang tidak sekolah, sementara kita diam saja." 

"Mereka harus difasilitasi," terangnya. 

Dia menambahkan, pendidikan adalah faktor penentu masa depan.

"Saya yakin, dengan pendidikan yang baik orang bisa mengubah nasibnya." 

"Tapi tanpa pendidikan, dunia mereka akan gelap," imbuhnya.

Sebagai bentuk apresiasi, Bupati Banyumas menyerahkan piagam penghargaan kepada Camat Sumpiuh, Kepala Desa Banteran, Kepala Desa Karangmangu, dan Lurah Sumpiuh. 

Keempatnya dinilai aktif dan peduli terhadap persoalan pendidikan di wilayah masing-masing.

Selain itu, turut disalurkan bantuan sosial biaya personal pendidikan kepada enam peserta didik dari program kesetaraan Paket A, B, dan C. (*)

Baca juga: Sambut Libur Sekolah, Disparpora Kepada Pemilik Wisata Karanganyar: Cek Semua Wahana dan Alatnya

Baca juga: "Tiket Habis" Viral Petugas Stasiun Mandai Bersikukuh Balita Dilarang Naik Kereta Api

Baca juga: 3 Desa di Wonosobo Ditetapkan sebagai Desa Migran Emas oleh Kementerian

Baca juga: Tim Gabungan Sempat Kesulitan Evakuasi Pendaki Gunung Muria, Jenazah di Jurang Sedalam 50 Meter

Sumber: Tribun Jateng
Berita Terkait
Ikuti kami di
AA

Berita Terkini

© 2025 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved