Berita Semarang
KONI Kota Semarang Siap Optimalkan Anggaran Rp23 Miliar
KONI tegas menyatakan kesiapannya untuk mengelola anggaran Rp23 miliar yang disetujui Wali Kota dan Wakil Wali Kota Semarang pada awal Juni 2025.
Penulis: hermawan Endra | Editor: deni setiawan
TRIBUNJATENG.COM, SEMARANG – Ketua KONI Kota Semarang, Arnaz Agung Andrarasmara menegaskan kesiapan pihaknya dalam mengelola anggaran Rp23 miliar yang disetujui Wali Kota dan Wakil Wali Kota Semarang pada awal Juni 2025.
Dia menilai proses persetujuan yang sempat tertunda bukan menjadi kendala, melainkan bentuk kehati-hatian dari kepala daerah yang baru menjabat.
“Kami justru melihat ini sebagai bentuk kehati-hatian Wali Kota dan Wakil Wali Kota Semarang."
"Mereka ingin tahu lebih jauh apa saja yang sudah dilakukan KONI sebelum dana sebesar ini dicairkan,” ujar Ketua KONI Kota Semarang, Arnaz Agung Andrarasmara.
Baca juga: Ribuan Warga Semarang Kehilangan Akses BPJS Kesehatan: Ini Penjelasan dan Solusinya!
Baca juga: 655 Jemaah Haji Asal Kabupaten Semarang Telah Kembali, 1 Wafat dan 2 Masih Dirawat di Mekkah
Kota Semarang, lanjutnya, menjadi salah satu yang terdepan dalam penerapan sistem kerja profesional dengan mengantongi sertifikasi ISO.
Standar ini diterapkan demi efektivitas dan efisiensi dalam penggunaan anggaran serta pelaksanaan program.
“Dengan ISO, pedoman kerja kami jadi lebih jelas, lebih terukur."
"Termasuk dalam pengadaan pun kami gunakan sistem e-Katalog,” tambahnya saat Rapat Kerja (Raker) KONI Kota Semarang, di Novotel Kota Semarang, Rabu (25/6/2025).
Ia menyebut, penggunaan e-Katalog dalam pengadaan alat olahraga masih jarang diterapkan oleh KONI daerah lain.
Dengan sistem ini, Kota Semarang terus mendorong profesionalisme dalam dunia olahraga.
Namun demikian, Ketua KONI juga menyoroti tantangan dalam penggunaan Harga Perkiraan Sendiri (HPS) milik Pemkot Semarang untuk pengadaan alat olahraga.
Menurutnya, HPS tersebut tidak relevan untuk kebutuhan perlengkapan olahraga yang mengikuti standar nasional.
“Misalnya sepatu voli standar pertandingan nasional, harganya tidak bisa disamakan dengan standar umum milik Pemkot Semarang."
"Ini yang membuat banyak teman-teman kesulitan,” terangnya.
Dia berharap, ke depan bisa ada penyesuaian atau standarisasi HPS khusus untuk dunia olahraga agar pemanfaatan anggaran lebih optimal.
Baca juga: Tunggakan Insentif Nakes, Dinkes Semarang: Kami Fokus Verifikasi, Pembayaran Bukan Kewenangan Kami
Baca juga: Wakil Wali Kota Semarang Ajak KONI Terus Majukan Olahraga dan Perkuat Nilai Persatuan
Semarang
KONI
KONI Kota Semarang
Pemkot Semarang
Arnaz Agung Andrarasmara
e-katalog
tribun jateng
Tribunjateng.com
| Tampang Susanto, Jukir Liar yang Minta Parkir Rp40 Ribu di Kota Lama Semarang Ternyata Eks Satpam |
|
|---|
| Agustina Akui Ada Kekeliruan Tata Ruang di Silayur Semarang |
|
|---|
| Kisah Supriyatun, Penjual Nasi Rames di Semarang Berangkat Haji dari Hasil Nabung Rp10 Ribu Sehari |
|
|---|
| Ini Tampang Jukir Liar Kota Lama Semarang, Nuthuk Tarif Parkir Rp40 Ribu |
|
|---|
| Parkir Nuthuk Rp40 Ribu di Kota Lama Semarang, Dishub: Bukan Jukir Resmi |
|
|---|
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/jateng/foto/bank/originals/20250625-_-Raker-KONI-Kota-Semarang.jpg)