Wonosobo Hebat
Selamat Datang di Superhub Pemkab Wonosobo

Berita Kudus

Harga Cabai di Kudus Naik 50 Persen, Awalnya Rp40 Ribu Kini Rp60 Ribu per Kilogram

Harga komiditas cabai di Kabupaten Kudus dalam satu pekan terakhir merangkak naik, bahkan mencapai 50 persen dari harga sebelumnya.

Penulis: Saiful Ma sum | Editor: deni setiawan
TRIBUN JATENG/SAIFUL MA'SUM
LAYANI PEMBELI - Pedagang cabai melayani pembeli dalam Gerakan Pangan Murah Dispertan Kabupaten Kudus, Jumat (11/7/2025). Saat ini, harga cabai mengalami kenaikan hingga 50 persen dan sudah terjadi dalam sepekan terakhir ini. 

TRIBUNJATENG.COM, KUDUS - Harga komiditas cabai di Kabupaten Kudus dalam satu pekan terakhir merangkak naik.

Kenaikan harga cabai dinilai oleh petani dan pedagang sebagai dampak menurunnya hasil panen di beberapa daerah penghasil cabai.

Seperti di Bandungan Kabupaten Semarang, Malang, maupun Blitar.

Baca juga: Aplikasi Lelang Agro Karya Dosen Unsoed, Bantu Petani Cabai di Purworejo Lawan Tengkulak

Baca juga: Bye Bye Tengkulak! Petani Purworejo Kini Bisa Jual Cabai Langsung ke Pembeli Lewat "Lelang Agro"

Petani cabai asal Kesambi, Kecamatan Mejobo, Kabupaten Kudus, Suratman mengatakan, kenaikan tertinggi dialami cabai jenis rawit merah atau rawit setan, yakni mencapai 50 persen. 

Dari sebelumnya harga 1 kilogram cabai rawit setan Rp40.000, kini menjadi Rp60.000.

Cabai jenis lainnya juga mengalami kenaikan dengan harga bervariatif.

Misalnya harga cabai keriting merah kini dijual Rp25.000 hingga Rp28.000 per kilogram dari harga sebelumnya Rp20.000.

Cabai keriting hijau dari sebelumnya Rp15.000 hingga Rp17.000 per kilogram, kini Rp20.000 per kilogram.

Sementara harga cabai rawit putih dari sebelumnya Rp10.000 per kilogram menjadi Rp15.000 hingga Rp20.000 per kilogram.

Menurut Suratman, kenaikan harga cabai terjadi dalam kurun waktu sepekan terakhir.

Dipicu produksi hasil panen cabai lokal Kudus dan beberapa daerah sentra penghasil cabai, mengalami penurunan.

Hasil panen yang berkurang ini diprediksi tidak akan berlangsung lama.

Karena dalam waktu dekat, siklus panen cabai dimungkinkan bakal kembali normal.

Disebutkannya, mayoritas dia mengambil cabai lokal Kudus dan dari Bandungan untuk dipasarkan kepada masyarakat.

Menurut dia, faktor yang biasanya mempengaruhi lonjakan harga cabai adalah hujan dan kemarau yang berkepanjangan.

Halaman
12
Sumber: Tribun Jateng
Berita Terkait
Ikuti kami di
AA

Berita Terkini

© 2025 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved