Jumat, 10 April 2026
Wonosobo Hebat
Selamat Datang di Superhub Pemkab Wonosobo

Berita Solo Raya

Pembelian Rumah Subsidi di Solo Raya Alami Penurunan, Pengusaha Putar Otak

Pembelian rumah subsidi di wilayah Solo Raya mengalami penurunan pada 2025 jika dibandingkan dengan tahun lalu.

Penulis: Agus Iswadi | Editor: Catur waskito Edy
agus iswadi
RUMAH SUBSIDI. Seorang penghuni tengah berdiri di teras rumahnya di kawasan perumahan bersubsidi wilayah Jantiharjo Kecamatan/Kabupaten Karanganyar, Selasa (15/7/2025). 

TRIBUNJATENG.COM, KARANGANYAR - Pembelian rumah subsidi di wilayah Solo Raya mengalami penurunan pada 2025 jika dibandingkan dengan tahun lalu.

Menyikapi kondisi tersebut, pengusaha properti menawarkan sejumlah program untuk menarik minat konsumen sehingga bisa membeli rumah bersubsidi.

Ketua Real Estate Indonesia (REI) Komisariat, Solo Raya, Oma Nuryanto menyampaikan, kuota rumah subdisi di wilayah Solo Raya cukup banyak sehingga tidak ada kendala untuk memenuhi kebutuhan pasar.

Tercatat ada kuota 350 ribu unit rumah bersubsidi pada 2025. Terkait penjualan, terangnya, sudah ada sekitar empat ribuan unit yang terjual sejak awal tahun hingga saat ini.

"Memang ini agak sedikit kendala, dalam arti bukan masalah kuota (rumah subsidi) tapi masalah daya beli," katanya saat dihubungi Tribunjateng.com, Selasa (15/7/2025).

Menurutnya ada tren penurunan penjualan rumah subsidi pada tahun ini jika dibandingkan dengan tahun lalu.

Ada beberapa faktor yang mengakibatkan adanya penurunan daya beli masyarakat baik secara ekonomi mikro maupun makro.

Adanya perang serta kebijakan efisiensi dari pemerintah dinilai turut berpengaruh terhadap pergerakan ekonomi.

"Kenyataan pasar seperti itu. Imbasnya di daya beli," terangnya.

Di samping itu, lanjut Oma, perbankan kini juga lebih ketat dalam seleksi untuk kredit pemilikan rumah bersubsidi dengan kondisi seperti saat ini.

Pihaknya mengaku mengalami kesulitan dengan daya beli masyarakat yang tertekan atau bisa dibilang lesu.

Adapun tren penurunan daya beli masyarakat sekitar 30 persen pada tahun ini jika dibandingkan dengan tahun lalu.

Kendati demikian di sisi lain dengan adanya penurunan daya beli justru berimbas dengan harga unit yang tidak mengalami kenaikan.

Oma mengungkapkan, pihaknya tentu menyiasati kondisi tersebut dengan membuat program-program yang memberi kemudahan kepada para konsumen.

"Bisa potongan diskon, atau bebas angsuran sekian lama, atau kasih hadiah game, kulkas dan lainya.

Sumber: Tribun Jateng
Halaman 1/2
Ikuti kami di

Komentar

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved