Wonosobo Hebat
Selamat Datang di Superhub Pemkab Wonosobo

Berita Blora

Sekolah Rakyat Blora Siap Cetak Generasi Tangguh, Kepsek Bocorkan Kurikulum yang Akan Diterapkan

Sekolah Rakyat Menengah Atas (SRMA) 18 Blora, sudah resmi dimulai pada Senin (14/7/2025).

Penulis: M Iqbal Shukri | Editor: M Syofri Kurniawan
TRIBUN JATENG/M IQBAL SHUKRI
SEKOLAH RAKYAT - Gedung Sekolah Rakyat Menengah Atas 18 Kabupaten Blora. Jumlah peserta didik di sekolah rakyat ada 50 anak. (TRIBUN JATENG/M IQBAL SHUKRI) 

TRIBUNJATENG.COM, BLORA - Sekolah Rakyat Menengah Atas (SRMA) 18 Blora, sudah resmi dimulai pada Senin (14/7/2025).

Jumlah peserta didik di Sekolah Rakyat setara SMA itu ada 50 anak.

Terdiri atas 17 siswa dan 33 siswi.

Baca juga: Sekolah Rakyat Blora Mulai Aktif, Siswa Jalani Tes Kesehatan Sebelum Diasramakan, Ini Hasilnya

Puluhan peserta didik itu, selama menempuh pendidikan, diharuskan tinggal di asrama.

Adapun untuk kurikulum pembelajaran di Sekolah Rakyat, tetap menggunakan kurikulum merdeka.

Kepala Sekolah Rakyat Menengah Atas 18 Blora, Tri Yuli Setyoningrum, mengatakan, meskipun menggunakan kurikulum merdeka, nantinya tetap ada kurikulum tambahan. 

"Untuk kurikulum di Sekolah Rakyat, jadi istilahnya itu Tailor Made.

Jadi kurikulum sekolah itu, kita menggunakan kurikulum merdeka, tetap sama dengan sekolah yang lain.

"Tetapi tetap ada tambahan yaitu kurikulum untuk kepemimpinan mereka dan juga untuk life skill," terangnya, Senin (14/7/2025).

Lebih lanjut, menurutnya, untuk life skill, masih akan ada analisa lagi karena keterbatasan sarana prasarana pendukung.

"Untuk life skill-nya, ini yang masih kami perlu analisa karena tempatnya masih kecil.

Meskipun begitu, kami nanti tetap akan membuat program supaya dengan tempat seperti itu, anak-anak bisa mendapatkan life skill untuk bekal kehidupan mereka nantinya," jelasnya.

Selain itu, Tri Yuli, menyebut nantinya peserta didik juga akan mendapatkan bekal seputar literasi digital.

"Rencananya nanti masing-masing siswa akan mendapatkan fasilitas, entah itu tablet atau laptop, begitu untuk pembelajaran digital," ujarnya.

Adapun, selama tinggal di asrama, akan ada beberapa kegiatan yang bakal diikuti oleh peserta didik. 

Tri Yuli berencana juga akan memasukkan program Sekolah Sisan Ngaji (SSN), yang telah diinisiasi oleh Dinas Pendidikan (Disdik) Blora, agar juga bisa diterapkan di Sekolah Rakyat.

"Untuk kegiatannya ekstrakurikuler itu ada, kemudian kita juga berusaha mendekatkan mereka ke nilai-nilai Ketuhanan yang Maha Esa."

"Jadi untuk hafalan Alquran nanti rencana kami ada begitu, karena di Blora kan juga ada program Sekolah Sisan Ngaji.

Jadi nanti itu juga kami selipkan secara terjadwal," paparnya. (Iqs)

Baca juga: Gedung Mangkrak Disulap Jadi Sekolah Rakyat di Blora, Habiskan Anggaran Rp 3,7 Miliar

Sumber: Tribun Jateng
Berita Terkait
Ikuti kami di
AA

Berita Terkini

© 2025 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved