Jumat, 22 Mei 2026
Wonosobo Hebat
Selamat Datang di Superhub Pemkab Wonosobo

Berita Jateng

Cara Bedakan Beras Premium dan Medium: Tips Mudah Hindari Oplosan!

Cara membedakan beras premium yang asli ternyata hanya memiliki butir patah sebesar 15 persen, sedangkan beras medium 25 persen.

Tayang:
Penulis: Raf | Editor: raka f pujangga
TRIBUNJATENG/REZANDA AKBAR D
PASAR DARGO - Suasana aktivitas jual beli beras berlangsung normal di Pasar Dargo Semarang, di tengah isu beras oplosan. 

"Pada Pasal 8 Undang-Undang Tahun 1999, tentang Perlindungan Konsumen diatur pelaku usaha dilarang memproduksi atau memperdagangkan barang yang tidak sesuai dengan komposisi, mutu, atau keterangan yang tertera. Pelanggaran ini bisa dikenakan sanksi pidana,” sambungnya.

Belakangan ini, sejumlah konsumen mengeluhkan perbedaan kualitas antara beras premium yang mereka beli dengan klaim pada kemasan. 

Kementerian Pertanian (Kementan) melalui Menteri Andi Amran Sulaiman menyatakan temuan 212 merek beras yang diduga melakukan pengoplosan beredar luas dan telah diserahkan ke Polri dan Kejaksaan Agung untuk ditindaklanjuti

Menurut Mufid, kondisi ini dikhawatirkan menurunkan kepercayaan konsumen terhadap produk beras kemasan.

LP2K mengimbau masyarakat agar lebih kritis sebelum membeli.

ILUSTRASI BELANJAR - Warga mempersiapkan stok di rumah dengan membeli bahan pokok di sebuah supermarket di Semarang, beberapa waktu lalu. Pemerintah Kota (Pemkot) Semarang menyebut akan mengoptimalkan program Srikandi Pangan untuk mencegah peredaran beras oplosan di masyarakat.
ILUSTRASI BELANJAR - Warga mempersiapkan stok di rumah dengan membeli bahan pokok di sebuah supermarket di Semarang, beberapa waktu lalu. Pemerintah Kota (Pemkot) Semarang menyebut akan mengoptimalkan program Srikandi Pangan untuk mencegah peredaran beras oplosan di masyarakat. (Tribun Jateng/Idayatul Rohmah)

Belum Temukan Beras Oplosan

Dinas Ketahanan Pangan (Dishanpan) Kota Semarang menyebut tidak menemukan adanya beras oplosan yang beredar.

Hal itu disampaikan sebagai tanggapan atas isu maraknya peredaran beras oplosan yang merugikan masyarakat.

Menurut Kepala Dishanpan Kota Semarang, Endang Sarwiningsih, berdasarkan pengawasan bersama Bapanas, Dinas Pasar, dan Jejaring Keamanan Pangan Daerah (JKPD) tidak ditemukan adanya beras oplosan.

"Hari Selasa dan Rabu kami lakukan pengawasan ke pasar Johar.

Terkait dengan beras yang beredar di sana, beras oplosan dan sebagainya itu di pasar Johar Alhamdulillah tidak ditemukan.

Kemudian teman-teman juga terjun ke beberapa supermarket untuk melakukan pengawasan terhadap beras-beras yang ada di Kota Semarang," klaimnya saat dihubungi Tribun Jateng, Kamis (17/7/2025).

Endang lebih lanjut mengimbau kepada masyarakat untuk tetap berhati-hati dan lebih cermat dalam memilih beras, terutama dengan memperhatikan label dan kualitas fisik beras.

"Kalau memilih beras itu tolong dilihat dari kemasannya. Apakah itu premium, apakah medium? Kalau premium, berarti di sana kemasannya itu juga harus menunjukkan keterangan-keterangan bahwa derajat sosohnya adalah 95 persen. Kemudian kadar airnya 14 persen.

Lalu patahannya, kalau yang premium itu hanya 15 % , sedangkan untuk yang medium 25 % ," terangnya.

Sumber: Tribun Jateng
Halaman 2/3
Ikuti kami di

Komentar

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved