Berita Jateng
Hampir Setengah Juta Pekerja Sudah Terima BSU, Wapres Ingatkan Jangan Buat Judol
Sedikitnya 436.986 pekerja di Jateng telah mendapatkan Bantuan Subsidi Upah (BSU) tahun 2025.
Penulis: rahdyan trijoko pamungkas | Editor: raka f pujangga
TRIBUNJATENG.COM,BOYOLALI - Sedikitnya 436.986 pekerja di Jateng telah mendapatkan Bantuan Subsidi Upah (BSU) tahun 2025.
Berdasarkan data terdapat 631.569 pekerja yang dialokasikan mendapat BSU.
Secara prosentase BSU yang dicairkan sebanyak 69,2 persen. Persentase itu telah diatas rata-rata nasional yang baru mencapai 63,5 persen.
Baca juga: 436.986 Pekerja di Jateng Sudah Terima BSU Rp600 Ribu, 31 Persen yang Belum
BSU yang dicairkan kepada masing-masing penerima senilai Rp600.000 untuk dua bulan.
Gubernur Jawa Tengah, Ahmad Luthfi berpesan agar bantuan yang diterima digunakan dengan baik untuk kesejahteraan keluarga.
Dia berpesan kepada penerima agar BSU digunakan untuk kesejahteraan.
"Jangan digunakan yang aneh-aneh seperti buat judol (judi online)," ujarnya saat mendampingi Wakil Presiden Gibran Rakabuming Raka meninjau pencairan BSU di Kantor Pos Indonesia Cabang Boyolali, Jumat (18/72025).
Menurut Luthfi, sejak digulirkan pertama kali tahun 2020 oleh pemerintah pusat, BSU di Jawa Tengah sudah menjangkau lebih dari 2 juta pekerja.
Tujuan BSU untuk menjaga daya beli serta mendorong pertumbuhan ekonomi.
"Ini menunjang masyarakat untuk semua profesi. Artinya kita tinggal me-manage agar tepat sasaran, terus digunakan pada porsinya bagi penerima. Itu yang paling penting. Kita melakukan pengawasan dari dinas ketenagakerjaan," tuturnya.
Wakil Presiden Gibran Rakabuming Raka mengatakan, Boyolali adalah tempat ketiga yang dikunjungi mengenai pencairan BSU.
Dia berpesan agar BSU digunakan dengan baik untuk kegiatan produktif.
Jangan sampai digunakan untuk judol, karena nanti akan dilacak dan bantuan akan dicabut.
"Gubernur, Bupati, dan Wali Kota saya minta ikut memonitor agar bantuan terlaksana dengan baik, tepat sasaran, dan penggunaan untuk hal positif," tuturnya.
Baca juga: BLT BSU 2025: Siap-siap Rp600 Ribu Hangus Jika Tidak Diambil
Seorang penerima BSU, Triningsih Sri Wulandari, mengaku sangat terbantu dengan adanya bantuan tersebut.
Penghasilan dari kerja sebagai tenaga honorer tata usaha di SMPN 2 Ampel tidak mencukupi untuk kebutuhan keluarga.
"Saya terima dua kali, tahun 2020 dan tahun ini. Sangat membantu, kalau honorer tahu sendiri gajinya berapa. Adanya bantuan sangat mendukung kebutuhan sehari-hari. Ini untuk konsumtif," tuturnya.(rtp)
| Pemprov Jateng Wadahi 400 Paralegal Muslimat NU ke Program Kecamatan Berdaya |
|
|---|
| Pemprov Jateng Bersiap Hadapi Musim Kemarau, Manfaatkan Seribu Embung, Pipanisasi dan Sumur |
|
|---|
| Ombudsman : Integritas Pelayanan Publik Jadi Persoalan Serius di Jawa Tengah |
|
|---|
| Curiga Pangkalan LPG Abal-abal di Sekitar Anda? Begini Cara Ceknya |
|
|---|
| Kena 'Racun' Sehat Sekda Sumarno, Gubernur Luthfi Kini Ketagihan Lari dan Bersepeda 7 Km Setiap Pagi |
|
|---|
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/jateng/foto/bank/originals/20250718_Pencairan-BSU-di-Jawa-Tengah_1.jpg)