Senin, 13 April 2026
Wonosobo Hebat
Selamat Datang di Superhub Pemkab Wonosobo

Berita Jateng

Hampir Setengah Juta Pekerja Sudah Terima BSU, Wapres Ingatkan Jangan Buat Judol

Sedikitnya 436.986 pekerja di Jateng telah mendapatkan Bantuan Subsidi Upah (BSU) tahun 2025. 

HUMAS PEMPROV JATENG
PENCAIRAN BSU - Gubernur Jateng Ahmad Luthfi dampingi Wakil Presiden RI Gibran Rakabuming Raka meninjau pencairan Bantuan Subsidi Upah (BSU) tahun 2025 di Kantor Pos Indonesia Cabang Boyolali, Jumat (18/72025). 

TRIBUNJATENG.COM,BOYOLALI - Sedikitnya 436.986 pekerja di Jateng telah mendapatkan Bantuan Subsidi Upah (BSU) tahun 2025. 

Berdasarkan data terdapat 631.569 pekerja yang dialokasikan mendapat BSU.

Secara prosentase BSU yang dicairkan sebanyak 69,2 persen. Persentase itu telah diatas rata-rata nasional yang baru mencapai 63,5 persen.  

Baca juga: 436.986 Pekerja di Jateng Sudah Terima BSU Rp600 Ribu, 31 Persen yang Belum

BSU yang dicairkan kepada masing-masing penerima senilai Rp600.000 untuk dua bulan.

Gubernur Jawa Tengah,  Ahmad Luthfi berpesan agar bantuan yang diterima digunakan dengan baik untuk kesejahteraan keluarga.

Dia berpesan kepada penerima agar BSU digunakan untuk kesejahteraan.

"Jangan digunakan yang aneh-aneh seperti buat judol (judi online)," ujarnya saat mendampingi Wakil Presiden Gibran Rakabuming Raka meninjau pencairan BSU di Kantor Pos Indonesia Cabang Boyolali, Jumat (18/72025).

Menurut Luthfi, sejak digulirkan pertama kali tahun 2020 oleh pemerintah pusat, BSU di Jawa Tengah sudah menjangkau lebih dari 2 juta pekerja. 

Tujuan BSU untuk menjaga daya beli serta mendorong pertumbuhan ekonomi.

"Ini menunjang masyarakat untuk semua profesi. Artinya kita tinggal me-manage agar tepat sasaran, terus digunakan pada porsinya bagi penerima. Itu yang paling penting. Kita melakukan pengawasan dari dinas ketenagakerjaan," tuturnya.

Wakil Presiden Gibran Rakabuming Raka mengatakan, Boyolali adalah tempat ketiga yang dikunjungi mengenai pencairan BSU. 

Dia berpesan agar BSU digunakan dengan baik untuk kegiatan produktif.

Jangan sampai digunakan untuk judol, karena nanti akan dilacak dan bantuan akan dicabut.

"Gubernur, Bupati, dan Wali Kota saya minta ikut memonitor agar bantuan terlaksana dengan baik, tepat sasaran, dan penggunaan untuk hal positif," tuturnya.

Baca juga: BLT BSU 2025: Siap-siap Rp600 Ribu Hangus Jika Tidak Diambil

Seorang penerima BSU, Triningsih Sri Wulandari, mengaku sangat terbantu dengan adanya bantuan tersebut. 

Penghasilan dari kerja sebagai tenaga honorer tata usaha di SMPN 2 Ampel tidak mencukupi untuk kebutuhan keluarga.

"Saya terima dua kali, tahun 2020 dan tahun ini. Sangat membantu, kalau honorer tahu sendiri gajinya berapa. Adanya bantuan sangat mendukung kebutuhan sehari-hari. Ini untuk konsumtif," tuturnya.(rtp)

Sumber: Tribun Jateng
Ikuti kami di

Komentar

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved