Berita Karanganyar
Cegah Pekerja Ilegal, Menteri P2MI Minta Karanganyar Bentuk Migran Center
Menteri P2MI Abdul Kadir Karding mendorong Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Karanganyar membentuk Migran Center.
Penulis: Agus Iswadi | Editor: raka f pujangga
TRIBUNJATENG.COM, KARANGANYAR - Menteri Perlindungan Pekerja Migran Indonesia (P2MI), Abdul Kadir Karding mendorong Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Karanganyar membentuk Migran Center dalam rangka untuk perlindungan para pekerja migran.
Pernyataan itu disampaikan oleh Abdul Kadir saat mengunjungi tempat usaha purna migran asal Kecamatan Tawangmangu Kabupaten Karanganyar pada Minggu (20/7/2025).
Baca juga: BP3MI Jateng Pacu Peningkatan Penempatan Pekerja Migran di Jawa Tengah
Dalam kesempatan tersebut, Abdul didampingi Bupati Karanganyar, Rober Christanto berbincang langsung dengan Edy Susanto yang merupakan purna migran yang telah sukses mendirikan usaha kuliner berbahan singkong jarak towo dan telah menjadi salah satu oleh-oleh khas Kabupaten Karanganyar.
Kunjungan Abdul ke tempat usaha tersebut selain melihat perkembangan usaha dari purna migran juga untuk bertemu dengan Bupati Karanganyar guna mendiskusikan terkait desain pemberangkatan pekerja migran.
Dalam kesempatan itu Abdul mendorong supaya Kabupaten Karanganyar dapat mendirikan migran center.
"Tadi sudah berbicara mulai dari membuat migran center di Karanganyar dan mendorong adanya kelas migran di semua SMA/SMK sampai nanti betul-betul pemda bisa memberangkatkan pekerja migran yang kualifikasi skill," katanya kepada Tribunjateng.com usai tinjauan, Minggu (20/7/2025) sore.
Pihaknya akan bekerja sama dengan pemda untuk membahas lebih lanjut mengenai program migran center dan kelas migran di lingkungan sekolahan.
Menurutnya adanya migran center dan kelas migran akan memberikan pandangan dan perlindungan kepada masyarakat yang berniat bekerja ke luar negeri.
Selain itu purna migran juga akan dibantu apabila ingin mengembangkan usaha ketika sudah pulang ke tanah air.
Kendati demikian pihaknya tidak bisa memaksakan pemda untuk membentuk migran center maupun kelas migran.
"Siapa pemda yang maulah, karena kita tidak bisa memaksa," terangnya.
Di samping itu, jelas Abdul, adanya migran center dan kelas migran juga dalam rangka mengantisipasi adanya pekerja migran asal Indonesia yang berangkat ke luar negeri secara ilegal.
"Upaya kita merapikan tata kelola ini dalam rangka perlindungan, mengurangi orang berangkat non prosedural atau ilegal. Karena semua kekerasan yang terjadi itu 97 persen karena mereka berangkat secara ilegal," ungkapnya.
Bupati Karanganyar, Rober Christanto menyambut baik program-program dari P2MI tersebut.
Baca juga: MRC UMP Dorong Pekerja Migran Purna Jadi Wirausahawan Desa lewat Workshop
Salah satunya yakni filterisasi di tingkat SMA.
Dia menerangkan, nantinya akan diketahui siswa tersebut akan berencana bekerja di luar negeri atau dalam negeri.
"Kalau ke luar negeri, kita berikan salah satunya melalui kelas migran," tuturnya. (Ais)
| Karier Hancur Usai Bolos Kerja 30 Hari, Nasib Istri dan Anak Bripka HDN Terusir dari Asrama Polisi |
|
|---|
| BREAKING NEWS: Pendakian Bukit Mongkrang Karanganyar Ditutup Sementara Tanpa Batas Waktu |
|
|---|
| Tangis Pecah Saat Penutupan Operasi Pencarian Yazid di Bukit Mongkrang Karanganyar: Maaf |
|
|---|
| Pencarian Yazid Ahmad Firdaus Pendaki Hilang di Bukit Mongkrang Diperpanjang hingga 28 Januari 2026 |
|
|---|
| Siswi Kelas 1 SD di Karanganyar Jadi Korban Perampasan, Diancam Diculik jika Tak Serahkan Anting |
|
|---|
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/jateng/foto/bank/originals/20250720_Menteri-P2MI-Abdul-Kadir-Karding_1.jpg)