Berita Klaten
Pemuda Klaten Mendekap Masa Depan: Agur dan Misi Bebaskan Manusia dari Paranoia Teknologi
Ia adalah perajut masa depan yang memupuk benih harapan dalam ruang-ruang kelas kecil bernama Autobot School.
Penulis: Mazka Hauzan Naufal | Editor: M Syofri Kurniawan
TRIBUNJATENG.COM, KLATEN - Di tengah ingar-bingar paranoia tentang masa depan yang dikuasai robot dan kecerdasan artifisial (KA) alias akal imitasi (AI), tentang manusia yang terpinggirkan dari panggung peradaban dan hanya menjadi bayang-bayang di balik mesin, seorang pemuda dari Klaten berdiri tenang, menatap arus deras teknologi dengan mata jernih.
Namanya Agur Yake Mulia (29).
Bagi dia, masa depan bukanlah ancaman, melainkan janji.
Baca juga: Di Rumah Kreatif Wadas Kelir Banyumas, Nur Hafidz Mengukir Generasi Emas
Janji akan peradaban yang lebih adil, efisien, dan manusiawi—asal kita mampu menjinakkan teknologi, bukan malah tunduk membudak kepadanya.
Agur bukan sekadar pemimpi.
Ia adalah perajut masa depan yang memupuk benih harapan dalam ruang-ruang kelas kecil bernama Autobot School.
Di sanalah, di lantai tiga Gedung Cakra Square Klaten, anak-anak dari berbagai usia—dari Taman Kanak-Kanak (TK) hingga Sekolah Menengah Atas (SMA)—belajar memahami algoritma pemrograman, menguasai logika mesin, dan "menghidupkan" robot.
Bukan untuk tunduk pada teknologi, melainkan untuk menjadi pemilik masa depan.
Antara Distopia dan Harapan
Kekhawatiran bahwa manusia akan dikalahkan oleh ciptaannya sendiri bukan hal baru.
Sebelum wacana ini mengakar di forum-forum ilmiah atau menjadi plot utama dalam film-film seperti "Avengers: Age of Ultron (2015)", suara-suara cemas telah menggema.
Dari mulut Stephen Hawking (1942-2018), sang fisikawan jenius asal Inggris, keluar peringatan keras: jika kecerdasan buatan berkembang tanpa kendali, maka akhir umat manusia bisa jadi hanya soal waktu.
Dengan kata lain, kebangkitan kecerdasan buatan akan jadi lonceng kematian bagi manusia dan kemanusiaannya.
“Setelah AI mencapai tahap di mana dia bisa meningkatkan dirinya sendiri pada tingkat yang semakin cepat, maka manusia, yang dibatasi oleh evolusi biologis yang lambat, tidak akan bisa bersaing dan akan digantikan,” jelas Hawking sebagaimana dikutip BBC, 2 Desember 2014 lampau.
Namun, Agur memilih tidak larut dalam ketakutan.
| Kronologi Ibu Rumah Tangga Tewas Terperosok Septic Tank Ambles saat sedang Memasak Mi di Klaten |
|
|---|
| Klaten Gelar International Cycling Festival Mei 2026, Libatkan Pesepeda dari Sejumlah Negara |
|
|---|
| 31 Siswa dan 3 Guru di Klaten Diduga Keracunan MBG, Sebut Ayamnya Bau dan Jamur Mentah |
|
|---|
| Grebeg Syawal Bukit Sidoguro, Bupati Hamenang Harap Jadi Ajang Promosi Wisata |
|
|---|
| Isu Fee Pengadaan Barang dan Jasa Dissos Klaten Mencuat, Kadis Puspo Tegas Membantah |
|
|---|
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/jateng/foto/bank/originals/20250801_pendiri-Autobot-School-Klaten.jpg)