Rabu, 29 April 2026
Wonosobo Hebat
Selamat Datang di Superhub Pemkab Wonosobo

Berita Internasional

Sempat Ngamuk dan Serang Polisi, Pria Indonesia Tewas Mendadak di Penjara Malaysia

Seorang pria berkewarganegaraan Indonesia meninggal dunia secara mendadak saat berada dalam tahanan di Malaysia.

Thinkstock
ILUSTRASI MENINGGAL: Minggu (3/8/2025) malam, seorang pria berkewarganegaraan Indonesia meninggal dunia secara mendadak saat berada dalam tahanan Kantor Polisi Sungai Nibong, Penang, Malaysia. Pria tersebut sebelumnya ditangkap karena diduga menyerang anggota polisi di kawasan permukiman Taman Bukit Jambul. (Thinkstock) 

TRIBUNJATENG.COM, PENANG – Minggu (3/8/2025) malam, seorang pria berkewarganegaraan Indonesia meninggal dunia secara mendadak saat berada dalam tahanan di Malaysia.

Persisnya di Kantor Polisi Sungai Nibong, Penang.

Pria tersebut sebelumnya ditangkap karena diduga menyerang anggota polisi di kawasan permukiman Taman Bukit Jambul.

Baca juga: Dendam gara-gara Sandwich Isi Terong 4 Tahun Lalu, Pria Ini Lakukan Aksi Brutal di Toko Roti

Insiden itu bermula saat polisi menerima laporan dari warga pada pukul 18.20 waktu setempat mengenai seorang pria yang bertindak agresif sambil mengacungkan besi.

"Ketika petugas tiba di lokasi, pria tersebut langsung bertindak ganas," ujar Penjabat Kapolres Penang, Datuk Mohd Alwi Zainal Abidin, seperti dikutip dari Harian Metro.

Ketika berusaha diamankan oleh polisi, pria tersebut diduga sempat meninju muka salah satu petugas.

Seorang warga yang menyaksikan insiden itu turut membantu polisi untuk menangkap pria tersebut.

Tiba-tiba pingsan di dalam tahanan

Setelah berhasil diamankan, pria itu kemudian dibawa ke Kantor Polisi Sungai Nibong untuk pemeriksaan lebih lanjut.

Namun, menurut Alwi, situasi mendadak berubah ketika pria itu tiba-tiba tak sadarkan diri di dalam tahanan.

“Dia langsung dilarikan ke rumah sakit terdekat, tetapi dinyatakan meninggal dunia saat tiba,” jelasnya.

Penyebab kematiannya dikonfirmasi sebagai serangan jantung, dan kasus ini diklasifikasikan sebagai kematian mendadak.

Sejauh ini, pihak berwenang Malaysia menyebut tidak ada unsur kekerasan dari aparat saat penangkapan.

Semua tindakan disebutkan berlangsung sesuai prosedur dan dibantu oleh warga sipil yang berada di lokasi.

“Kami transparan dalam penanganan kasus ini.

Sumber: Kompas.com
Halaman 1/2
Ikuti kami di

Komentar

Berita Terkini

Berita Populer

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved