Wonosobo Hebat
Selamat Datang di Superhub Pemkab Wonosobo

Berita Temanggung

Respons Kak Seto Soal R Siswa SMP di Temanggung yang Membakar Sekolah: Mudah-mudahan Polri Mendengar

Pemerhati anak Kak Seto ikut memberikan pembelaan terhadap R (14) siswa SMPN 2 Pringsurat Temanggung yang membakar sekolah.

TRIBUN JATENG/PERMATA PUTRA SEJATI
Ketua Umum LPAI, Seto Mulyadi. 

TRIBUNJATENG.COM, PURWOKERTO - Pemerhati anak Kak Seto ikut memberikan pembelaan terhadap R (14) siswa SMPN 2 Pringsurat Temanggung yang membakar sekolah.

Pembelaan itu dilakukan setelah konferensi pers ungkap kasus siswa pembakar dihadirkan pelaku didampingi polisi bersenjata laras panjang.

Menyikapi hal tersebut, Ketua Umum Lembaga Perlindungan Anak Indonesia (LPAI) pusat, Seto Mulyadi atau yang akrab disapa Kak Seto  mengatakan sudah berkomunikasi langsung melalui video call dengan R.

Baca juga: ALEXIUS SUTARLAN / TJOA TJING LOEN Meninggal Dunia di Semarang

Baca juga: Warga Kaget Rumah Tetangga Digerebek Polisi, Ternyata Klinik Aborsi

Baca juga: Info Loker Lowongan Kerja Terbaru di Semarang, Selasa 04 Juli 2023

"Kami melihat dan mendengar kasus ini dan mengkritik keras sebagai sesuatu yang keliru.

Saya mencoba kontak Kapolres dan menyatakan mengakui itu salah dan khilaf serta minta maaf.

Mudah-mudahan Polri mendengar masukan masyarakat atau aktifis perlindungan anak dan harus sesuai dengan UU sistem Peradilan Anak," ujarnya saat memberikan keterangan kepada Tribunbanyumas.com, di Hotel Aston Purwokerto, Senin (3/7/2023).

Kak Seto mengatakan telah langsung menghubungi R dan orangtuanya secara video call.

Adapun kondisi R dalam situasi yang tenang berada di rumah.

"Saat tanya saat pemeriksaan bagaimana dan bahwa cukup baik dan ramah anak serta didampingi oleh SPT dinas sosial," imbuhnya.

Kak seto mengatakan pentingnya mengedepankan kepetingan anak dan stop kekerasan pada anak agar tidak menjerumuskan pada tindakan kriminal.

Tindakan anak tersebut yang notabene masih 13 tahun tidak dibenarkan.

"Untuk anak umur 13 tahun kita lihat dulu seperti lingkungannya.

Kita akan cari waktu buat tatap muka, kita lihat apakah bagaimana dibully dan bagaimana cara pemecahan masalahnya.

Jangan sampai bertindak keliru seperti membakar sekolah," terangnya.

Kak Seto mengatakan perlu edukasi bagi sekolah dan pihaknya akan mengkontak guru sekaligus mencocokan kebenarannya.

Halaman
1234
Sumber: Tribun Jateng
Berita Terkait
Ikuti kami di
AA

Berita Terkini

© 2025 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved