Keracunan MBG
Pemkab Banyumas Usulkan Dapur MBG Masak Mulai Jam 3 Pagi Demi Cegah Makanan Basi
Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Banyumas mulai memperketat pengawasan terhadap pelaksanaan program
Penulis: Permata Putra Sejati | Editor: muh radlis
Untuk meningkatkan transparansi dan keterlibatan masyarakat, Bupati juga menginstruksikan agar setiap dapur MBG membuat akun media sosial resmi dan mempublikasikan kegiatan harian, mulai dari proses memasak hingga pendistribusian makanan.
"Era sekarang era medsos.
Maka saya perintahkan koordinator SPPG untuk membuat akun medsos resmi.
Semua laporan baik maupun buruk harus diunggah, supaya masyarakat bisa ikut mengawasi," tegasnya.
Selain media sosial, Pemkab Banyumas juga menyiapkan portal aduan berbasis WhatsApp agar masyarakat bisa langsung melapor apabila menemukan kejanggalan di lapangan.
"Kalau ada masalah, laporkan, jangan diam.
Ini untuk kebaikan bersama," tegasnya.
Sadewo menegaskan, program MBG merupakan kebijakan mulia dari pemerintah pusat yang bertujuan meningkatkan kualitas gizi anak-anak Indonesia.
Karena itu, seluruh pihak di Banyumas harus mendukung dan memastikan pelaksanaannya berjalan aman dan optimal.
"Tujuannya mulia, meningkatkan asupan gizi anak-anak kita menuju Indonesia Emas 2045.
Maka saya minta masyarakat ikut mendukung," pungkasnya. (jti)
| Menu MBG Ayam Goreng Katsu Mayo dan Sayur Sawi Awal Keracunan 16 Siswa SMPN 1 Colomadu Karanganyar |
|
|---|
| Satgas MBG Banyumas Ungkap Penyebab Siswa Keracunan |
|
|---|
| Gubernur Ahmad Luthfi Sebut Anak Kaget Makan Spageti, Ahli Gizi Undip: Cara Olahnya yang Salah |
|
|---|
| 22 Siswa SD Nglebak dan 41 Siswa SMPN 1 Tawangmangu Karanganyar Keracunan Seusai Santap MBG |
|
|---|
| SMP Negeri 8 Salatiga Bohong Sebut Korban Sakit Massal Telah Pulang, Ternyata Masih Ada yang Dirawat |
|
|---|
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/jateng/foto/bank/originals/20250930_Sadewo-Tri-Lastiono.jpg)