Selasa, 28 April 2026
Wonosobo Hebat
Selamat Datang di Superhub Pemkab Wonosobo

Perampokan Bersenjata di Banyumas

Sepekan Sudah Ada 2 Aksi Perampokan di Banyumas, Pelaku yang Sama?

Belum ada sebulan atau tepatnya dalam kurun waktu hanya sepekan pada Februari 2026, dua aksi perampokan terjadi di Kabupaten Banyumas.

Penulis: Dse | Editor: deni setiawan
TRIBUN JATENG/Permata Putra Sejati
PERAMPOKAN - Kapolresta Banyumas, Kombes Pol Petrus Silalahi. Polisi terus menyelidiki aksi perampokan di Kabupaten Banyumas. Dalam sepekan ini, sudah ada dua aksi perampokan di Banyumas. 

Tangis Nurgiyanti (39) pecah saat melihat sejumlah pria tak dikenal menindih anaknya di atas tempat tidur. 

Satu pelaku menekan bagian kepala, sementara yang lain menahan kaki korban.

Bahkan wajah anaknya itu dibekap menggunakan bantal hingga keluar darah atau mimisan dari hidung. 

Dalam kepanikan itu, Nurgiyanti hanya bisa memohon.

"Pak, sudah, stop. Kasihan anak saya, nanti mati," katanya kepada para pelaku.

Peristiwa perampokan itu terjadi di rumah keluarga tersebut di RT 02 RW 06 Desa Kotayasa, Kecamatan Sumbang, Kabupaten Banyumas

Peristiwa itu terjadi sekira pukul 02.00, Senin (9/2/2026). 

Saat kejadian, seluruh penghuni rumah sedang terlelap.

Di dalam rumah itu terdapat satu keluarga yang terdiri dari Nurgiyanti (39), suaminya Kodrat (41), serta dua anak mereka, Luigi (14) dan Lutfi (8).

Nurgiyanti menuturkan, dia terbangun ketika ada dua pelaku tiba-tiba masuk ke kamarnya. 

Para pelaku kemudian mengikatnya dan dibawa keluar kamar. 

PERAMPOKAN BERSENJATA - Kondisi depan rumah yang mengalami pperampokan di rumah keluarga tersebut di RT 2 RW 6 Desa Kotayasa, Kecamatan Sumbang, Kabupaten Banyumas, sekitar pukul 01.30–02.00 WIB dini hari, Senin (9/2/2026). Saat kejadian, seluruh penghuni rumah sedang terlelap.
PERAMPOKAN BERSENJATA - Kondisi depan rumah yang mengalami pperampokan di rumah keluarga tersebut di RT 2 RW 6 Desa Kotayasa, Kecamatan Sumbang, Kabupaten Banyumas, sekitar pukul 01.30–02.00 WIB dini hari, Senin (9/2/2026). Saat kejadian, seluruh penghuni rumah sedang terlelap. (TRIBUN JATENG/Permata Putra Sejati)

Setelah Nurgiyanti keluar kamar bersama anak keduanya, dia melihat suaminya sudah dalam posisi tengkurap di lantai dengan tangan terikat ke belakang serta kaki terikat.

Tak lama berselang, terdengar teriakan anak pertamanya di kamar yang berbeda. 

Nurgiyanti berusaha menghampiri, namun melihat dua pelaku sudah menindih anaknya di atas tempat tidur. 

Salah satu pelaku menekan kepala, sementara yang lain menahan kaki, bahkan wajah anak itu dibekap menggunakan bantal.

Sumber: Tribun Jateng
Halaman 3/4
Ikuti kami di

Komentar

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved