Selasa, 28 April 2026
Wonosobo Hebat
Selamat Datang di Superhub Pemkab Wonosobo

Perampokan Bersenjata di Banyumas

Sepekan Sudah Ada 2 Aksi Perampokan di Banyumas, Pelaku yang Sama?

Belum ada sebulan atau tepatnya dalam kurun waktu hanya sepekan pada Februari 2026, dua aksi perampokan terjadi di Kabupaten Banyumas.

Penulis: Dse | Editor: deni setiawan
TRIBUN JATENG/Permata Putra Sejati
PERAMPOKAN - Kapolresta Banyumas, Kombes Pol Petrus Silalahi. Polisi terus menyelidiki aksi perampokan di Kabupaten Banyumas. Dalam sepekan ini, sudah ada dua aksi perampokan di Banyumas. 

"Melihat kondisi itu, saya memohon kepada para pelaku agar berhenti."

"Pelaku kemudian meminta saya untuk diam dan tidak berteriak," ucapnya. 

Dia pun menurut karena takut.

Nurgiyanti kemudian dibawa ke kamar bersama suaminya yang sudah dalam kondisi terikat.

Dia sempat membuka ikatan di tangannya, namun tetap berpura-pura masih terikat agar tidak menimbulkan kecurigaan pelaku. 

Para pelaku mengambil harta benda uang hingga perhiasan. 

Beberapa waktu kemudian, suasana rumah mendadak sunyi. 

Setelah merasa para pelaku sudah pergi, Nurgiyanti membuka pintu kamar, lalu melepaskan ikatan tangan dan kaki suaminya.

Mereka kemudian keluar rumah, namun para pelaku sudah tidak terlihat.

Baca juga: Hujan Semalam Rendam 14 Desa di Grobogan, 4 KA Tujuan Surabaya Terdampak

BREAKING NEWS, Jalur KA Karangjati-Gubug Grobogan Ditutup Sementara Imbas Banjir

Keterangan Polisi

Aksi perampokan yang menimpa keluarga di Kecamatan Sumbang, Kabupaten Banyumas, diduga dilakukan oleh empat pelaku. 

Mereka masuk ke dalam rumah pada Senin (9/2/2026) dini hari dengan cara mencongkel jendela.

Kapolsek Sumbang, AKP Basuki mengatakan, peristiwa itu terjadi sekira pukul 02.00. 

Saat itu, ibu korban mendengar suara gaduh disertai teriakan dari kamar anaknya.

"Pelaku masuk lewat jendela sebelah selatan rumah dengan cara mencongkel jendela." 

"Setelah itu mereka menemui anak korban yang sedang tidur, menyekap dan memaksa anak menunjukkan barang-barang berharga," kata AKP Basuki, Senin (9/2/2026). 

Tak hanya itu, pelaku lainnya juga masuk ke kamar orangtua korban. 

Sang ayah, Kodrat, terlebih dahulu diikat, kemudian disusul istrinya.

Keduanya kemudian diintimidasi dan diminta menunjukkan tempat penyimpanan uang.

"Di dalam tas ada uang sekira Rp12.400.000. Itu terdiri dari uang kas warga dan uang dari tempat korban bekerja di koperasi di Purbalingga," ujarnya.

Selain uang tunai, para pelaku juga mengambil tiga telepon seluler milik anak dan orangtuanya. 

Bahkan, sebuah set top box (STB) televisi ikut dibawa karena diduga dikira sebagai perangkat decoder CCTV.

Meski demikian, kamera CCTV yang terpasang di rumah korban masih utuh. 

Rekaman tersebut kini sudah diamankan oleh Tim Inafis Polresta Banyumas untuk dianalisis.

"CCTV masih ada, tadi sudah diambil Tim Inafis untuk dipelajari. Dari rekaman itu juga sedang disisir, kemungkinan dari arah mana pelaku datang," jelasnya.

Hingga kini, polisi belum mengetahui secara pasti kendaraan yang digunakan para pelaku saat beraksi.

Dari keterangan korban, para pelaku menggunakan dua logat berbeda saat berbicara. 

Dua orang terdengar menggunakan logat Jawa, sementara dua lainnya berbicara menggunakan bahasa Indonesia.

Dalam aksinya, para pelaku membawa senjata tajam seperti pisau dan sabit untuk mengancam korban. 

Namun, tidak ada senjata api yang terlihat. 

"Alhamdulillah tidak ada korban luka. Senjata itu hanya untuk menakut-nakuti," tutupnya. (*/Kompas.com/Permata Putra Sejati)

Sumber: Tribun Jateng
Halaman 4/4
Ikuti kami di

Komentar

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved