Senin, 1 Juni 2026
Wonosobo Hebat
Selamat Datang di Superhub Pemkab Wonosobo

Berita Cilacap

PAD Cilacap Digenjot, Bapenda Optimistis Target Pajak Rp523 Miliar Tercapai

Pemerintah Kabupaten Cilacap menargetkan penerimaan pajak daerah mencapai Rp523 miliar pada tahun 2026.

Tayang:
TRIBUN JATENG/Rayka Diah Setianingrum
KOTA CILACAP - Suasana pusat Kota Cilacap yang menjadi bagian dari aktivitas ekonomi masyarakat, salah satu sektor yang turut berkontribusi terhadap penerimaan pajak daerah, Sabtu (30/5). (Tribun Banyumas/Rayka Diah Setianingrum) 

TRIBUNJATENG.COM, CILACAP - Di tengah upaya mempercepat pembangunan daerah, Pemerintah Kabupaten Cilacap menargetkan penerimaan pajak daerah mencapai Rp523 miliar pada tahun 2026 dengan mengandalkan inovasi layanan digital dan optimalisasi berbagai sektor pajak potensial.

Kepala Bapenda Cilacap, Luhur Satrio Muchsin, mengatakan penerimaan pajak daerah menjadi salah satu sumber penting pembiayaan pembangunan sehingga berbagai upaya terus dilakukan untuk meningkatkan capaian pendapatan daerah.

"Target pajak daerah tahun 2026 sebesar Rp523 miliar, meningkat sekitar 6,7 persen atau lebih dari Rp30 miliar dibanding tahun sebelumnya," ujar Luhur.

Baca juga: Terungkap! Dugaan Pelecehan Dilakukan Pegawai Kecamatan Adipala Cilacap: Numpak RX King

Luhur menjelaskan, hingga akhir Mei 2026 realisasi penerimaan pajak daerah telah mencapai sekitar Rp 186 miliar atau lebih dari 30 persen dari target yang ditetapkan tahun ini.

"Sampai hari ini di bulan Mei, realisasinya sudah Rp186 miliar atau lebih dari 30 persen dari target," katanya.

Untuk mengejar target tersebut, Bapenda Cilacap terus mengoptimalkan strategi intensifikasi dan ekstensifikasi pajak dengan memperkuat pendataan serta memperluas potensi objek pajak di berbagai sektor.

"Kami terus melakukan berbagai langkah agar potensi pajak daerah dapat tergali secara maksimal dan penerimaannya semakin optimal," ungkap Luhur.

Selain itu, Bapenda Cilacap juga memperkuat transformasi layanan digital dengan menghadirkan beragam pilihan pembayaran pajak yang lebih praktis dan mudah dijangkau masyarakat.

"Wajib pajak sekarang bisa membayar melalui berbagai platform seperti Tokopedia, ShopeePay hingga QRIS sehingga tidak perlu lagi mengantre di kasir bank," jelasnya.

Menurut Luhur, kemudahan transaksi digital diharapkan dapat meningkatkan kepatuhan wajib pajak sekaligus mempercepat proses pembayaran yang selama ini menjadi salah satu tantangan dalam optimalisasi pendapatan daerah.

"Kami ingin masyarakat semakin mudah dalam membayar pajak karena layanan yang cepat dan sederhana akan mendukung peningkatan kepatuhan," ujarnya.

Bapenda Cilacap juga mengandalkan sejumlah sektor strategis sebagai penopang utama penerimaan pajak daerah sepanjang tahun 2026.

"Sektor yang menjadi andalan antara lain PBB-P2 dengan target Rp153,4 miliar, Pajak Tenaga Listrik Rp110 miliar, serta opsen Pajak Kendaraan Bermotor sebesar Rp100 miliar," terang Luhur.

Ia optimistis target penerimaan pajak daerah tahun ini dapat tercapai berkat dukungan masyarakat dan berbagai inovasi pelayanan yang terus dikembangkan.

Luhur menegaskan, seluruh penerimaan pajak daerah akan kembali dimanfaatkan untuk membiayai berbagai program pembangunan dan pelayanan publik yang dirasakan langsung oleh masyarakat.

"Pendapatan dari pajak digunakan untuk mendukung pembangunan infrastruktur, fasilitas umum, pendidikan, kesehatan, serta berbagai program yang bertujuan meningkatkan kesejahteraan masyarakat," pungkasnya. (ray)

Baca juga: 5 Bulan Ada 3 Korban Tewas Tertabrak KA: Perlintasan Liar di Jeruklegi Cilacap Ditutup

Sumber: Tribun Jateng
Ikuti kami di

Komentar

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved