Tribun Jateng Hari Ini
Makin Ambruk, NIlai Tukar Rupiah Tembus Rp 18.100 di Money Changer
Pada satu money changer di kawasan Fatmawati, Jakarta Selatan, nilai tukar dolar AS bahkan ada yang mencapai level Rp 18.100 per dolar AS.
Uji kredibilitas
Ia menilai pemerintah harus membaca level Rp 20.000 bukan sekadar angka kurs, melainkan sinyal psikologis bahwa pasar sedang menguji kredibilitas kebijakan ekonomi nasional.
Syafrudin mengingatkan sejarah krisis Indonesia menunjukkan kepanikan tidak selalu muncul pada satu level kurs tertentu, melainkan ketika pelemahan rupiah bergerak cepat dan otoritas dinilai kehilangan kendali.
“Pada 1997-1998, pelemahan rupiah berubah menjadi krisis karena pelaku usaha memiliki utang valas besar, perbankan rapuh, dan kebijakan kehilangan kredibilitas,” tuturnya.
Ia menyebut, level psikologis seperti Rp 10.000, Rp 15.000, hingga Rp 16.000 per dollar AS pada masa lalu kerap dibaca publik sebagai simbol kegagalan stabilitas ekonomi.
Karena itu, dia menambahkan, jika rupiah bergerak menuju Rp 20.000 per dollar AS, pemerintah dan BI diminta mencegah angka psikologis tersebut berubah menjadi kepanikan perilaku di sektor riil dan pasar keuangan.
Saat ini, Syafruddin menyatakan, pelemahan rupiah juga sudah tidak bisa dianggap sebagai gejala ringan. Rupiah yang berada di kisaran Rp 17.775 per dollar AS disebut sudah mendekati batas atas tahunan.
“Pasar forward yang mengarah ke kisaran Rp 18.000-Rp 18.200 menunjukkan tekanan ekspektasi sudah terbentuk,” tukasnya.
Meski pemerintah masih menyebut kondisi terkendali, ia menegaskan, stabilitas harus dibuktikan lewat kebijakan konkret, bukan sekadar pernyataan.
“Pelemahan menjadi mengkhawatirkan ketika pasar mulai melihat BI ragu menaikkan suku bunga, fiskal melebar tanpa kualitas, dan komunikasi kebijakan tidak konsisten,” tandasnya. (Tribunnews/Rizki Sandi Saputra/Kompas.com/Debrinata Rizky)
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/jateng/foto/bank/originals/20250624_ilutrasi-unga-rupiah.jpg)