Berita Internasional
Dikira Kembang Api, Penembakan Massal di Sidney Lukai 20 Orang
Seorang pria ditangkap polisi setelah diduga melepaskan hingga seratus tembakan ke arah jalan ramai.
Satu korban datang sendiri ke rumah sakit dengan luka tembak dan dilaporkan dalam kondisi serius.
Sementara 19 orang lainnya mengalami luka akibat serpihan logam atau pecahan kaca, beberapa di antaranya harus dirawat di rumah sakit.
Komisaris Polisi NSW Mal Lanyon menyebut insiden ini sebagai peristiwa yang serius dan menakutkan.
Meski motif pelaku belum diketahui, Lanyon menegaskan tidak ada indikasi keterkaitan dengan kelompok teroris atau geng kriminal.
Salah satu saksi mata bernama Tadgh mengatakan kepada ABC bahwa dia tengah menonton pertandingan rugby saat mendengar suara tembakan.
Penyelidikan polisi masih berlangsung untuk mengungkap motif penembakan tersebut.
Penembakan massal tergolong jarang terjadi di Australia.
Pemerintah negara itu telah melarang penggunaan senjata otomatis dan semiotomatis sejak tragedi Port Arthur di Tazmania pada 1996, ketika seorang penembak tunggal menewaskan 35 orang.
Pada Agustus 2025, tersangka bernama Dezi Freeman sempat buron setelah diduga menembak mati dua polisi di wilayah pedalaman dan hingga kini belum tertangkap.
Sementara pada 2022, enam orang, termasuk dua polisi, tewas dalam penembakan di dekat kota kecil Wieambilla, Queensland. (*)
Artikel ini telah tayang di Kompas.com dengan judul "Penembakan Massal di Sydney Australia, Seratusan Peluru Dimuntahkan"
Baca juga: Banding Ditolak, Politikus Malaysia Pemerkosa WNI Dipenjara 8 Tahun
| Kapal Tanker Arab Diserang Bajak Laut Somalia, Kapten dan ABK Indonesia Disandera Diancam Dieksekusi |
|
|---|
| Mengenal Anak Indigo: Sejarah dan Asal-usul yang Sudah Ada Sejak Tahun 1970-an |
|
|---|
| Iran Umumkan Selat Hormuz Terbuka untuk Kapal Komersial, Ini Reaksi Trump, Harga Minyak Turun |
|
|---|
| Ribuan Lebah Serbu Kota-kota di Israel, Apa yang Terjadi? Ini Analisa Pakar |
|
|---|
| Trump Klaim "Kemenangan", Sinyal Militer AS Bakal Cabut dari Iran? |
|
|---|
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/jateng/foto/bank/originals/ilustrasi-penembakan_20150525_001801.jpg)