Tribunjateng Hari ini
Venezuela Lantik 5.600 Prajurit Anyar, bersiap Hadapi Perang Terbuka Lawan AS
Venezuela melantik 5.600 prajurit bersiap perang terbuka melawan militer Amerika Serikat (AS) yang terus melakukan tekanan di Laut Karibia.
Penulis: Yayan | Editor: M Syofri Kurniawan
Anggota DPR dari Partai Demokrat di Komite Intelijen, Jim Himes, menyebut video tersebut sebagai salah satu yang paling mengganggu selama masa tugasnya. “Ada dua orang yang jelas dalam kondisi tidak berdaya, tanpa alat transportasi, dengan kapal hancur, lalu dibunuh oleh Amerika Serikat,” ujarnya.
Senada, Don Bacon dari Perwakilan Republik menilai para korban dalam video itu sebenarnya tengah berusaha bertahan hidup.
“Aturan perang tidak mengizinkan kita membunuh para penyintas. Mereka harus menimbulkan ancaman yang mendesak, dan menurut saya, mereka tidak menimbulkan ancaman langsung bagi negara kita,” kata Bacon kepada CNN.
Namun, pandangan berbeda disampaikan Senator Republik Tom Cotton. Ia membela penuh operasi militer AS tersebut.
“Serangan pertama hingga keempat pada 2 September sepenuhnya sah, diperlukan, dan sesuai dengan yang kami harapkan dari para komandan militer kami,” ujarnya.
Turkiye minta Maduro tak tutup komunikasi
Ketegangan antara AS dan Venezuela membuat Presiden Turkiye Recep Tayyip Erdogan was-was. Erdogan pun turun tangan dengan menelepon langsung Presiden Venezuela Nicolas Maduro, yang merupakan mitra dekatnya, pada Sabtu (6/12).
Dalam percakapan itu, Erdogan meminta agar Venezuela tetap membuka jalur komunikasi dengan Washington.
“Penting untuk menjaga saluran dialog tetap terbuka antara AS dan Venezuela,” kata Erdogan dalam pernyataan resmi yang dirilis kantornya lewat platform X.
Erdogan menegaskan bahwa pemerintah Turkiye saat ini memantau ketat perkembangan di kawasan Karibia. Menurutnya, penyelesaian damai harus jadi pilihan utama dibanding adu kekuatan militer. “Masalah bisa diselesaikan lewat dialog,” tegasnya.
Kementerian Luar Negeri Venezuela juga mengonfirmasi percakapan tersebut. Dalam pernyataannya, Caracas menyebut Erdogan menyampaikan keprihatinan mendalam atas ancaman militer yang dihadapi Venezuela, termasuk manuver-manuver yang dinilai berpotensi mengganggu perdamaian kawasan.
Dalam telepon itu, Maduro memaparkan sikap tegas pemerintahnya terhadap AS. Ia menyebut langkah Washington sebagai ilegal, tidak proporsional, dan berlebihan. (Kompas.com)
| Sopir Bus Rombongan SMPN Brangsong Kendal Kaget lalu Banting Setir |
|
|---|
| Feri Sebut Kecelakaan SMPN 2 Brangsong sebagai Force Majeure |
|
|---|
| KPK Limpahkan Dua Berkas Perkara Sudewo ke Tahap Penuntutan |
|
|---|
| Tertangkap, Pembakar Mobil Ngaku Dendam pada Kades Hoho |
|
|---|
| Rahim Nilai Fasilitas Keselamatan Tak Memadai, PT KAI Tutup Perlintasan Plumbon yang Tak Ada Palang |
|
|---|
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/jateng/foto/bank/originals/TRIBUN-JATENG-EDISI-7-DESEMBER-2025.jpg)