Banjir Solo
BPBD Jateng Ungkap Kendala Penanganan Banjir Luapan Sungai Bengawan Solo
Tiga kabupaten/kota di kawasan Solo Raya meliputi Kota Surakarta atau Solo, Kabupaten Sukoharjo.
Penulis: iwan Arifianto | Editor: rival al manaf
TRIBUNJATENG.COM,SEMARANG - Tiga kabupaten/kota di kawasan Solo Raya meliputi Kota Surakarta atau Solo, Kabupaten Sukoharjo, dan Kabupaten Karanganyar terendam banjir sejak Selasa (14/4/2026) malam.
Banjir tersebut terjadi akibat meluapnya anak sungai dari aliran Sungai Bengawan Solo. Sungai tersebut meluap selepas terjadinya curah hujan tinggi yang mengguyur kawasan Solo Raya sejak Selasa (14/4/2026) sore.
"Iya banjir di tiga wilayah tersebut akibat hujan intensitas sedang hingga tinggi yang berlangsung cukup lama dari Selasa (14/4/2026) sore, air masuk ke permukiman warga malam harinya," ujar Kepala Pelaksana Harian (Kalakhar) BPBD Provinsi Jawa Tengah, Bergas Catursasi Penanggungan, Rabu (15/4/2026).
Baca juga: Solo dan Sukoharjo Kebanjiran, BPBD: Curah Hujan Tinggi, Banjir Kiriman dari Boyolali, Tanggul Jebol
Baca juga: Delapan Wilayah Sukoharjo Terendam Banjir, Warga Dievakuasi
Banjir di Solo Raya paling parah terjadi di Kabupaten Sukoharjo yang merendam 19 desa di 5 Kecamatan. Sebanyak 3.792 jiwa terdampak dan 1.917 orang mengungsi. Banjir di kawasan ini terjadi dari luapan kali Jenes, Mranggen, Kembang dan Kali Pepe, semua kali tersebut merupakan anakan dari Sungai Bengawan Solo.
Selanjutnya, banjir yang merendam kota Solo terjadi karena luapan kali Jenes. Dampaknya, 12 kelurahan dari 4 kecamatan terendam air dengan variasi ketinggian air mulai dari 20 sentimeter hingga 50 sentimeter. Sebanyak 988 kepala keluarga terdampak, 109 orang mengungsi di masjid.
Adapun banjir di Kabupaten Karanganyar terjadi karena luapan dari kali di Kelurahan Waru, Kecamatan Kebakkramat.
Luapan kali tersebut juga turut merendam Desa Jaten Kecamatan Jaten. Banjir di kawasan ini hanya berdampak pada 17 kepala keluarga. Namun, di Desa Jaten puluhan warga juga turut terdampak.
"Paling banyak pengungsi dari Sukoharjo, ada 1.917 orang mengungsi baik di masjid, posko pengungsian, rumah saudara dan lainnya," terang Bergas.
Langkah penanganan banjir, Bergas mengaku telah berkoordinasi dengan Pekerjaan Umum Sumber Daya Air dan Penataan Ruang Provinsi Jawa Tengah (Pusdataru) Solo dan Balai Besar Wilayah Sungai (BBWS) Bengawan Solo.
Petugas dari berbagai lembaga tersebut telah menerjunkan pompa air tetapi belum membuahkan hasil.
"Artinya pompa-pompa sudah standby. Tapi, pompa ini belum bisa di genjot karena melihat tingginya sungai Bengawan Solo," terangnya.
Melihat kondisi itu, Bergas menyebutkan BPBD masih fokus untuk penanganan korban dengan melakukan evakuasi dan menyuplai kebutuhan logistik dengan mendirikan dapur umum.
"Permintaan evakuasi masih ada terutama di Kabupaten Sukoharjo karena air di Bengawan Solo masih tinggi," bebernya.
Kunjungan Gubernur
Gubernur Jawa Tengah, Ahmad Luthfi mendatangi salah satu lokasi terdampak banjir di Solo Raya persisnya di Dusun Daleman, Desa Ngringo, Kecamatan Jaten, Kabupaten Karanganyar, Rabu (15/4/2026).
| Sekolah Diliburkan Karena Banjir di Sukoharjo, MBG Tetap Jalan, Siswa Diminta Ambil di SPPG |
|
|---|
| Banjir Solo Karena Hal Ini, Warga Mendungan Sukoharjo Ancam Ajukan Gugatan Class Action |
|
|---|
| BBWS BS dan Perum Jasa Tirta Ungkap Penyebab Banjir di Solo dan Sukoharjo |
|
|---|
| TNI dan Polri Patroli Rutin ke Rumah yang Ditinggal Para Pengungsi Banjir di Pucangsawit Solo |
|
|---|
| Update Banjir di Solo: Kelurahan Jagalan Sudah Surut, Air Kembali Masuk Setinggi 15 Sentimeter |
|
|---|
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/jateng/foto/bank/originals/20260415_BANJIR-SOLO-Gubernur-Jawa-Tengah-Ahmad-Luthfi.jpg)