Kabupaten Jepara
DPRD Layangkan 53 Kritik dan Saran Atas Program Pemerintah Jepara 2025
Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Jepara melayangkan 53 item kritik dan saran atas terlaksananya program Pemerintah Jepara pada 2025.
Penulis: Saiful Ma sum | Editor: rival al manaf
"Melakukan sosialisasi dan kerjasama dengan Diskominfo untuk aplikasi perubahan status atau data dengan pelayanan satu hari kerja bisa
langsung terselesaikan," terang Agus Sutisna.
Tak hanya itu, rekomendasi lain di mana pemerintah daerah diminta melakukan revitalisasi atau perawatan pada fasilitas pasar-pasar se-Kabupaten Jepara untuk kenyamanan dan ketertiban pedagang dan pengunjung.
Melakukan penertiban retribusi kepada pedagang-pedagang yang menggunakan kendaraan, baik roda dua maupun roda empat. Melakukan promosi di sektor-sektor pariwisata yang berbasis digital dan bekerja sama dengan Diskominfo agar efektif dan efisien, supaya mampu meningkatkan Pendapatan Asli Daerah (PAD).
Agus tak lupa mengingatkan pemerintah daerah agar mengoptimalkan penagihan kepada pelanggan yang tersegel, agar dapat menunjang biaya operasional Perusahaan dan meningkatkan deviden.
Tugas pemerintah daerah juga diminta melakukan evaluasi dan perbaikan pelayanan pada pelanggan, guna meningkatkan kualitas perusahaan.
DPRD juga mendorong pemerintah daerah untuk melakukan penataan kepegawaian yang lebih baik, melakukan upaya program kawin silang bibit unggulan durian dengan
varietas dari Kabupaten/Kota lain untuk meningkatkan produktivitas petani durian di Kabupaten Jepara.
Pemerintah Jepara juga diminta melakukan pembentukan korporasi petani untuk mendorong perubahan pola pikir petani dari sekedar bercocok tanam menjadi korporasi (berbasis bisnis) untuk komoditas unggulan.
Membangun pusat unggulan, pusat pelatihan, inovasi, dan pemasaran yang terintegrasi untuk memperkuat kelembagaan kelompok tani dan kelompok ternak.
Meningkatkan edukasi kepada petani dan peternak tentang waktu penanaman dan vaksinasi untuk peternak yang sesuai, sehingga mengurangi resiko gagal panen.
Melakukan upaya penanaman bibit kedelai yang memiliki potensi permintaan pasar yang cukup besar, memperbanyak kegiatan-kegiatan atau event-event dengan memanfaatkan dana CSR, guna meningkatkan Pendapatan Asli Daerah (PAD).
Di bidang pariwisata, DPRD mendorong pemerintah daerah untuk menggandeng kerjasama dengan para influencer dan konten kreator, guna mempromosikan seluruh wisata yang ada di Kabupaten Jepara.
Dengan begitu, peluang masuknya investor pada destinasi-destinasi pariwisata yang ada di seluruh desa se-Kabupaten Jepara untuk meningkatkan perekonomian tingkat desa.
"Pemerintah daerah harus bisa mengoptimalkan kegiatan Duta-Duta Pariwisata untuk pengembangan sektor wisata di Kabupaten Jepara," lanjut dia.
Di bidang peningkatan potensi lokal daerah, Agus Sutisna menegaskan, Pemkab Jepara harus bisa melakukan peningkatan upaya promosi dan/atau event-event khusus untuk pasar furnitur lokal dengan pangsa pasar nasional.
Membuat wadah atau asosiasi bagi pedagang UMKM agar mampu meningkatkan kapasitas dan kemampuannya untuk mensukseskan program UMKM Naik Kelas.
| Baznas Jepara Ditarget Rp 17,6 M Tahun 2026 |
|
|---|
| Jepara Dengan Program Ngantor Desa, 455 Persoalan Jadi Tantangan 2026 |
|
|---|
| Senyum Mak Ros Renyah Dapat Bantuan Sahabat Keluarga Jepara Jelang Lebaran |
|
|---|
| Pemkab Jepara Alokasikan Rp 5,492 Miliar untuk Porprov 2026 |
|
|---|
| Kisah Cinta Gadis Asal Jepara Rela Menikah di Kantor Polisi, Pengantin Pria Ditahan Setelah Akad |
|
|---|
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/jateng/foto/bank/originals/TERIMA-REKOMENDASI-Bupati-Jepara-Witiarso-Utomo.jpg)