Jumat, 15 Mei 2026
Wonosobo Hebat
Selamat Datang di Superhub Pemkab Wonosobo

Berita Kabupaten Pekalongan

Mobile Therapy Dinsos Kini Sasar 55 Anak Berkebutuhan Khusus di Talun Pekalongan

55 Anak Berkebutuhan Khusus (ABK) di Kecamatan Talun, Kabupaten Pekalongan mendapatkan layanan terpadu melalui Mobile Therapy.

Tayang:
Penulis: Indra Dwi Purnomo | Editor: deni setiawan
TRIBUN JATENG/PEMKAB PEKALONGAN
MOBILE THERAPY - Tim dari mobile Terapy Dinsos Kabupaten Pekalongan melakukan layanan mulai dari terapi fisik, terapi wicara, konseling psikologi, hingga psikotes pengukuran IQ kepada Anak Berkebutuhan Khusus (ABK) di aula Kantor Korwil Pendidikan Talun, Kamis (14/5/2026). 

TRIBUNJATENG.COM, KAJEN - 55 Anak Berkebutuhan Khusus (ABK) di Kecamatan Talun, Kabupaten Pekalongan mendapatkan layanan terpadu melalui Mobile Therapy yang digelar Dinsos Kabupaten Pekalongan bersama Disdik Kabupaten Pekalongan melalui Korwil Talun Bidang Pendidikan.

Program ini menghadirkan beragam layanan mulai dari terapi fisik, terapi wicara, konseling psikologi, hingga psikotes pengukuran IQ sebagai upaya mendekatkan pelayanan bagi ABK dan keluarganya.

Kabid Rehabilitasi Sosial Dinsos Kabupaten Pekalongan, Moureta Vitria Loreent mengatakan, Mobile Therapy menjadi salah satu langkah nyata pemerintah daerah dalam memastikan ABK memperoleh akses layanan yang lebih mudah, dekat, dan tepat sasaran.

Baca juga: Perda Cagar Budaya Jadi Langkah Baru Jaga Aset Sejarah Kabupaten Pekalongan

"Selain itu, program ini juga melibatkan anak-anak penyandang cerebral palsy dan down syndrome yang merupakan pasien dari Puskesmas Talun," kata Moureta seusai Mobile Terapy di aula Kantor Korwil Pendidikan Talun, Kamis (14/5/2026).

Menurutnya, layanan yang diberikan tidak hanya berfokus pada terapi bagi anak, tetapi juga mencakup pendampingan psikologis bagi orangtua dan guru agar mereka semakin memahami kebutuhan serta pola pengasuhan yang sesuai bagi ABK.

"Melalui kegiatan ini, kami ingin memberikan pelayanan yang komprehensif."

"Anak-anak mendapatkan terapi sesuai kebutuhan, sementara orangtua dan guru juga memperoleh edukasi tentang tumbuhkembang anak serta cara pendampingan yang tepat," ujarnya.

Dalam kegiatan tersebut, Dinsos menghadirkan terapis profesional yang memberikan layanan fisioterapi, terapi wicara, dan terapi okupasi secara langsung.

Selain itu, tersedia layanan konseling psikologi untuk screening awal kedisabilitasan, konsultasi psikologi bagi orangtua, serta psikotes untuk mengukur tingkat kecerdasan atau intelligence quotient (IQ) anak.

Baca juga: Investasi Melonjak 601 Persen, Kabupaten Pekalongan Raih Penghargaan Tertinggi

"Tak hanya fokus pada terapi, kegiatan ini juga menjadi sarana edukasi bagi masyarakat untuk meningkatkan kepedulian terhadap pentingnya penanganan dini dan dukungan berkelanjutan bagi anak berkebutuhan khusus," imbuhnya.

Moureta mengungkapkan, program Mobile Therapy direncanakan akan terus dilaksanakan secara bertahap di berbagai wilayah Kabupaten Pekalongan agar mampu menjangkau lebih banyak ABK, terutama di daerah yang akses terhadap layanan terapi masih terbatas.

Selain layanan terapi, Dinsos Kabupaten Pekalongan juga mengusulkan pemberian alat bantu sesuai kebutuhan anak, seperti kursi roda anak, kursi roda adaptif untuk penyandang cerebral palsy, hingga alat bantu dengar.

"Melalui program ini, kami berharap dapat mewujudkan lingkungan yang semakin ramah, peduli, dan inklusif, sehingga setiap anak, termasuk ABK, memiliki kesempatan yang sama untuk tumbuh dan berkembang secara optimal," tambahnya. (*)

Sumber: Tribun Jateng
Ikuti kami di

Komentar

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved