Berita Kajen
2 Tahun Dirawat, Sapi Asal Pekalongan Bernama Kliwon Kini Jadi Hewan Kurban Presiden Prabowo
Ketelatenan Muhammad Muslimin, dalam merawat sapi peliharaannya akhirnya berbuah kebanggaan karena sapinya dipilih Presiden Prabowo Subianto.
Penulis: Indra Dwi Purnomo | Editor: raka f pujangga
TRIBUNJATENG.COM, KAJEN - Ketelatenan Muhammad Muslimin, dalam merawat sapi peliharaannya akhirnya berbuah kebanggaan yang tak pernah ia bayangkan sebelumnya.
Sapi jenis Simmental bernama Kliwon, yang telah dirawat selama lebih dari dua tahun, kini terpilih menjadi hewan kurban Presiden Republik Indonesia, Prabowo Subianto, pada perayaan Iduladha tahun ini.
Di kandang sederhana miliknya di Desa Rembun, Kecamatan Siwalan, Kabupaten Pekalongan, Muslimin tak mampu menyembunyikan rasa syukur dan harunya.
Baca juga: Tren Harga Penjualan Sapi Kurban di Jepara Meningkat Rp 1-2 Juta/Ekor
Baginya, terpilihnya Kliwon bukan sekadar keberhasilan menjual sapi dengan nilai tinggi, tetapi juga menjadi pengakuan atas kerja keras dan kesabaran yang selama ini ia curahkan sebagai peternak.
Semua bermula ketika, Muslimin secara tidak sengaja bertemu petugas dari dinas terkait saat berada di pasar hewan Kajen. Kala itu, ia ditanya apakah memiliki sapi dengan ukuran besar.
Tanpa menaruh curiga, ia kemudian menunjukkan video salah satu sapi andalannya.
"Awalnya saya tidak tahu kalau ternyata sapi ini dicari untuk kurban Bapak Presiden. Saya hanya diminta mengirim video dan menyebutkan perkiraan bobotnya."
"Setelah beberapa kali dipantau, baru diberi tahu kalau ini untuk Presiden. Rasanya seperti mimpi," ujar Muslimin kepada Tribunjateng.com, Jumat (22/5/2026).
Sapi bernama Kliwon itu memiliki cerita tersendiri. Nama tersebut diberikan karena sapi tersebut pertama kali datang ke kandangnya pada malam Jumat Kliwon.
Saat dibeli, usia Kliwon baru sekitar satu setengah tahun dengan bobot sekitar 350 kilogram. Selama kurang lebih dua setengah tahun dirawat dengan penuh perhatian, bobotnya kini melonjak hingga mencapai 1.117 kilogram, bahkan diperkirakan bisa bertambah hingga sekitar 1.150 kilogram menjelang hari penyerahan.
Menurut Muslimin, untuk bisa memenuhi standar sebagai hewan kurban Presiden, sapi harus memiliki bobot lebih dari satu ton.
Karena itu, ia memberikan pola perawatan khusus, terutama dalam pemilihan pakan bergizi tinggi.
"Setiap hari, Kliwon diberi campuran pakan seperti kulit tempe, air rebusan tempe, konsentrat, polar, singkong, hingga ampas tahu. Kombinasi pakan tersebut diberikan secara rutin, untuk menjaga kesehatan sekaligus mendukung pertumbuhan bobot tubuhnya.
"Kalau merawat sapi memang harus sabar dan telaten. Makannya, harus dijaga supaya sehat dan pertumbuhannya bagus," katanya.
Tak hanya bangga karena sapinya dipilih menjadi hewan kurban Presiden, Muslimin juga bersyukur karena Kliwon dibeli dengan harga Rp120 juta. Namun baginya, nilai tersebut bukanlah hal utama.
| Selang Susu dan Harapan: Kisah Arsa Melawan Bibir Sumbing |
|
|---|
| Remaja Hilang di Sungai Sengkarang Pekalongan Ditemukan 50 Meter dari Lokasi Tenggelam |
|
|---|
| Sukirman Dorong Sinangohprendeng Cup Cetak Generasi Emas Sepak Bola Pekalongan |
|
|---|
| Perda Cagar Budaya Jadi Langkah Baru Jaga Aset Sejarah Kabupaten Pekalongan |
|
|---|
| Ketua Komisi C Khozin Soroti Progres RSUD Kraton, Target Akhir 2026 Harus Tercapai |
|
|---|
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/jateng/foto/bank/originals/20260522_Muhammad-Muslimin-pemilik-Museliya-Farm-hewan-kurban-prabowo-di-Pekalongan_1.jpg)